RADAR BOGOR - Inovasi bahan bakar alternatif Bobibos tidak hanya menyasar sektor energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani.
Anggota DPR RI sekaligus Komisaris Utama PT Inti Sinergi Formula, Mulyadi, menilai pemanfaatan limbah pertanian menjadi nilai tambah yang signifikan.
Dalam penjelasannya, Mulyadi mengungkapkan, kehadiran Bobibos memungkinkan petani memperoleh sumber pendapatan baru.
Baca Juga: Tak Hanya Energi Alternatif, Bobibos asal Bogor Disebut Mampu Buka Lapangan Kerja Baru di Indonesia
Tidak hanya dari hasil panen utama, limbah pertanian seperti jerami yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dapat diolah menjadi bahan baku energi.
Menurut Mulyadi, pendekatan ini memberikan keuntungan ganda.
Diantaranya, kata Mulyadi, limbah yang selama ini sering dibakar dan berpotensi mencemari lingkungan dapat dimanfaatkan secara produktif.
Di sisi lain, petani memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui penjualan limbah tersebut.
"Petani akan mendapatkan potensi penerimaan baru. Bukan saja hasil panen, tapi limbahnya pun bisa kita manfaatkan untuk menjadi bahan baku," tutur Mulyadi dalam wawancara ekslusif bersama Radar Bogor.
Politisi Partai Gerindra ini juga menekankan, pemanfaatan limbah sebagai bahan baku energi merupakan langkah strategis dalam mendorong ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Dengan melibatkan petani dalam rantai produksi, inovasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
Baca Juga: Macan Tutul Masuk ke Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Dievakuasi BKSDA dan TSI
Lebih jauh, Mulyadi melihat Bobibos asal Bogor ini sebagai jembatan antara sektor pertanian dan energi.
Inovasi ini, jelas Mulyadi, tidak hanya menghadirkan solusi terhadap kebutuhan energi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani melalui optimalisasi potensi yang selama ini belum tergarap maksimal.
Baca Juga: Horor Rasa Komedi! Warung Pocong Dipenuhi Pemain Kocak yang Bikin Ngakak, Catat Jadwal Tayangnya
Dengan konsep tersebut, Bobibos dinilai menjadi contoh nyata bagaimana limbah dapat diubah menjadi peluang ekonomi, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim