RADAR BOGOR - Beberapa waktu lalu, beredar video di media sosial (medsos) yang menyebut mahalnya tarif parkir di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong, Kabupaten Bogor.
Video ini pun mendapat klarifikasi dari pihak PT Baraya Hiraya selaku pengelola parkir RSUD Bakti Pajajaran Cibinong.
Petugas Pengawas dari PT Baraya Hiraya, Anggi menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurutnya, saat kejadian ada pergantian petugas parkir karena salah seorang tengah beristirahat, sehingga petugas parkir penggantinya belum sepenuhnya memahami mekanisme operasional parkir secara detail.
Namun demikian, ia memastikan bahwa nominal tarif yang muncul bukan hasil penetapan sepihak.
“Saya perlu luruskan, nominal itu muncul saat petugas scan karcis parkir bukan dia yang menentukan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 3 April 2026.
Anggi menambahkan bahwa sistem parkir di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong telah menggunakan mekanisme yang terintegrasi, sehingga tarif secara otomatis tercatat berdasarkan durasi kendaraan selama berada di area parkir.
Terkait video yang viral, ia mengungkapkan bahwa setelah dilakukan pengecekan melalui rekaman CCTV, ditemukan adanya kejanggalan.
Dia mengatakan, orang yang merekam sambil mengatakan parkir mahal itu, setelah dicek di CCTV, ternyata bukan hanya sekali masuk.
"Dia keluar masuk berulang kali," paparnya.
Anggi menyebutkan, mereka tidak mengetahui motifnya, sebab informasi tarif parkir sebenarnya telah terpampang jelas pada papan informasi yang tersedia di area RSUD Bakti Pajajaran Cibinong.
Para pengunjung atau keluarga pasien diimbau untuk memperhatikan ketentuan yang berlaku sebelum menggunakan fasilitas parkir.
Pihak PT Baraya Hiraya menyarankan agar pengguna jasa parkir memanfaatkan metode pembayaran non-tunai guna memastikan transparansi dan keamanan transaksi.
Pasalnya, tarif sudah jelas di papan informasi, jika mau lebih aman dan transparan, bisa gunakan pembayaran non tunai.
Dengan adanya klarifikasi ini, sambungnya, diharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Dia berharap masyarakat tetap bijak dalam menyikapi konten yang beredar di medsos, dan tidak mudah percaya begitu saja. (*/pin)
Editor : Eka Rahmawati