RADAR BOGOR – Sebuah varietas cabai baru hasil penelitian dari IPB University tengah jadi perbincangan di media sosial.
Cabai ini dikenal dengan nama MAGDA IPB dan disebut punya tingkat kepedasan yang jauh di atas cabai pada umumnya.
Dilansir dari Instagram @muhsyukur72, cabai MAGDA IPB merupakan hasil riset yang dipimpin oleh Prof. M. Syukur bersama tim peneliti.
Nama MAGDA sendiri diambil dari nama seorang food vlogger, Magdalena, yang dikenal luas lewat konten kuliner pedas.
Yang membuat cabai ini menarik perhatian adalah tingkat kepedasannya. Cabai MAGDA IPB disebut memiliki level kepedasan mencapai 350.000 hingga 500.000 SHU (Scoville Heat Units).
Angka ini bahkan disebut bisa mencapai sekitar lima kali lebih pedas dibanding cabai rawit pada umumnya.
Dari sisi pengembangan, cabai ini merupakan hasil persilangan antara Red Bhut Jolokia yang pernah dikenal sebagai salah satu cabai terpedas di dunia dengan cabai lokal Katokkon.
Kombinasi ini menghasilkan cabai dengan karakter rasa pedas yang kuat sekaligus bentuk yang cukup unik.
Selain soal kepedasan, penamaan cabai ini juga ikut jadi sorotan. Biasanya varietas tanaman diberi nama berdasarkan kode penelitian atau daerah asal, namun kali ini justru diambil dari nama seorang influencer.
Baca Juga: Hasil Pengecekan Bansos di Bank Mandiri 4 April 2026: Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 Masih Kosong
Hal ini membuat MAGDA IPB terasa lebih dekat dengan publik, sekaligus mudah diingat.
Kemunculan cabai ini pun memunculkan berbagai respons dari warganet. Banyak yang penasaran dengan sensasi pedasnya, sementara yang lain menyoroti sisi unik dari penamaannya.
Dengan tingkat kepedasan yang tinggi dan latar belakang riset yang kuat, cabai MAGDA IPB berpotensi jadi salah satu varietas unggulan baru, sekaligus menarik perhatian para pecinta kuliner pedas di Indonesia. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin