RADAR BOGOR - Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi panjang yang mengguyur wilayah Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 4 April 2026, memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik.
Beberapa desa dilaporkan terdampak cukup parah, dengan puluhan rumah warga terendam dan akses lingkungan terganggu.
Di Desa Sukamulya, tepatnya di Kampung Leuwiranji RW 02, bencana tanah longsor terjadi di sekitar permukiman warga.
Baca Juga: Dharma Santi Nyepi Umat Hindu Bogor Pertama Kali Digelar di Balai Kota
Longsoran tanah dilaporkan berada dekat rumah milik seorang warga bernama Furkon.
Selain itu, genangan air juga meluas dengan cepat akibat meningkatnya debit air setelah hujan terus mengguyur sejak siang hingga malam hari.
Ketua RW 02 Desa Sukamulya, Acep Julius yang akrab disapa Jaro Jefry menjelaskan, banjir merendam sejumlah wilayah RT di Kampung Leuwiranji.
Ia menyebutkan, genangan air terjadi hampir merata di RT 01 hingga RT 08, sehingga berdampak pada aktivitas warga sehari-hari.
Sementara itu, salah satu warga RT 02, Andi mengungkapkan, air mulai masuk ke rumah sejak hari sebelumnya dan belum sepenuhnya surut.
Kondisi tersebut juga dialami oleh sejumlah warga lain di lingkungan yang sama.
Tidak hanya di Sukamulya, bencana serupa juga terjadi di beberapa desa lain di Kecamatan Rumpin.
Di Desa Sukasari, tanah longsor dilaporkan terjadi di Kampung Malingping.
Sedangkan di Desa Kampung Sawah, banjir melanda kawasan Kampung Bojong, menyebabkan warga harus waspada terhadap potensi genangan susulan.
Pemerintah setempat bersama berbagai unsur terkait saat ini masih melakukan pendataan dan penanganan darurat.
Camat Rumpin, Icang Aliudin, menyampaikan bahwa proses asesmen terus dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan warga terdampak.
Ia juga memastikan seluruh pihak seperti BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, dan pemerintah kecamatan telah dikoordinasikan untuk percepatan penanganan di lapangan.
Hingga kini, upaya evakuasi dan bantuan darurat masih terus berlangsung, sementara warga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpeluang hujan. (sir)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim