RADAR BOGOR - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, memicu serangkaian bencana berupa longsor, banjir, hingga pergerakan tanah di sejumlah titik.
Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi tanah labil dan berdampak langsung pada permukiman warga.
Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat 3 desa terdampak pergerakan tanah.
Baca Juga: Jelang Laga Semen Padang vs Persib Bandung Hari Ini, Inilah Tekad Beckham Putra dan Adam Alis
Di Kampung Malingping, Desa Sukasari, dua rumah warga mengalami keretakan cukup serius hingga memaksa penghuninya mengungsi.
Sementara di Kampung Cisirung, Desa Rabak, pergerakan tanah terjadi namun tidak menimbulkan kerusakan pada rumah warga.
Perkembangan terbaru terjadi di Kampung Leuwiranji, Desa Sukamulya.
Baca Juga: Longsor Tebing di Gunung Sindur Kabupaten Bogor, 4 Rumah Warga Terancam
Di lokasi ini, pergeseran tanah menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat sehingga penghuninya harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Kapolsek Rumpin, Kompol Suyoko, turun langsung ke lokasi bersama unsur Forkopimcam, pemerintah desa, BPBD, dan Satpol PP untuk meninjau kondisi di lapangan.
Baca Juga: Pembaruan DTSEN Dipercepat 10 April 2026, KPM Bansos Segera Cek Desil Lewat Aplikasi Resmi Kemensos
Dalam keterangannya, ia menyampaikan, peninjauan dilakukan guna memastikan langkah penanganan yang tepat melalui koordinasi tim gabungan.
Selain melakukan pemantauan, aparat bersama tim gabungan juga melakukan evakuasi terhadap pohon-pohon tumbang yang berpotensi membahayakan warga.
Dari hasil asesmen sementara, dua rumah tercatat mengalami kerusakan paling parah, dan dua keluarga telah dipindahkan ke rumah tetangga demi keselamatan.
Suyoko juga mengingatkan, seluruh perangkat desa dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya, Ikhwan Nur Arifin mengungkapkan, total terdapat 5 rumah warga yang terdampak pergerakan tanah di wilayahnya.
"2 rumah mengalami kerusakan cukup parah, termasuk milik Furqon dan Yoyoh," jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini pihak BPBD masih melakukan pendataan dan kajian lanjutan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Diketahui, keluarga Furqon yang terdiri dari 11 orang dan keluarga Yoyoh dengan lima anggota keluarga kini mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Hingga kini, tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan Satpol PP masih terus melakukan pengecekan serta pendataan di sejumlah titik terdampak pasca hujan deras di wilayah Rumpin.
Situasi di lapangan masih terus dipantau guna mengantisipasi kemungkinan bencana lanjutan, seiring kondisi tanah yang masih berpotensi mengalami pergerakan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim