RADAR BOGOR - Meluapnya Sungai Cimanceri kembali menyebabkan banjir di wilayah Desa Cibunar, Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Banjir yang terjadi pada Sabtu, 4 April 2026 malam itu bahkan merendam ratusan rumah di tiga komplek perumahan sekaligus, di antaranya Perumahan Savana, Perumahan Pesona Indonesia, dan Puri Harmoni 8.
A Boediyono, warga Perumahan Harmoni 8 menuturkan, banjir yang terjadi kali ini cukup besar dibandingkan banjir-banjir sebelumnya.
"Di perumahan kami sekitar 200 rumah yang terdampak banjir dengan ketinggian variatif sampai dua meteran," ungkapnya kepada Radar Bogor, Minggu, 5 April 2026.
Menurut Boediyono, perumahannya paling terdampak banjir lantaran sangat berdekatan dengan aliran Sungai Cimanceri yang meluap.
Sebelum ini, banjir juga merendam sebanyak 190 rumah di Perumahan Harmoni 8 pada 12 Januari 2026 lalu. Bencana air tersebut disebabkan meluapnya Kali Cimanceri yang tidak kuat menamping air kiriman dari Katulampa.
"Seperti yang pernah saya sampaikan, penanganan jangka panjang terkait banjir sangat lambat. Saya sejak 2019 tinggal di sini dan banjir masih menjadi masalah utama di perumahan kami," terang Boediyono.
Warga Perumahan Harmoni 8 itu pun mendesak pihak terkait untuk segera mengambil tindakan, di antaranya menormalisasi Kali Cimanceri. Di samping penyediaan alat pompa air serta penyediaan embung air sebagai langkah pencegahan banjir.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani menyebutkan, banjir tersebut disebabkan hujan dengan intensitas tinggi dan cukup lama, sehingga menyebabkan aliran Sungai Cimanceri meluap.
Banjir dengan ketinggian 50 hingga 200 cm itu merendam sebanyak 403 rumah dengan total 1.224 korban.
"Tidak ada korban dan tidak ada kerusakan pada unit rumah, hanya kerugian material elektronik. Sementara ada sebanyak 60 KK mengungsi ke Masjid Jami Al-Ikhlas Perumahan Puri Harmoni," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati