RADAR BOGOR – Pemkab Bogor kembali menggenjot pembangunan infrastruktur dan perbaikan jalan pada 2026.
Sejumlah ruas jalan rusak di berbagai wilayah akan diperbaiki dan direkonstruksi secara bertahap guna meningkatkan konektivitas dan kenyamanan masyarakat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan perbaikan jalan yang kondisinya rusak di sejumlah titik strategis.
“Kami akan mengoptimalkan pembangunan kembali dan rekonstruksi ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan di Kabupaten Bogor,” ujarnya, Senin 6 April 2026.
Menurutnya, program perbaikan jalan ini akan dilakukan secara merata di berbagai wilayah.
Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah lanjutan pembangunan Jalan Malasari sepanjang 4 kilometer hingga wilayah Citalahab.
Selain itu, ruas jalan di kawasan Malasari yang saat ini memiliki lebar sekitar 3 meter juga akan diperlebar menjadi 4 hingga 5 meter agar kendaraan dapat melintas dengan lebih leluasa.
“Kita akan lakukan pelebaran jalan agar dua kendaraan bisa berpapasan dengan aman,” jelasnya.
Di kawasan Puncak, Pemkab Bogor juga menyiapkan penataan jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
Rute yang akan dikembangkan meliputi Pasir Muncang, Pasir Angin, Megamendung, Simpang Tiga Hankam, hingga Simpang Tiga Pasar Cisarua dan kawasan Taman Safari Indonesia.
Salah satu proyek penting adalah pembangunan jalan tembus sepanjang sekitar 7 kilometer yang menghubungkan kawasan tersebut hingga Cisarua.
Jalan ini dibangun setelah adanya kerja sama antara Pemkab Bogor dengan Perhutani.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan Perhutani. Jalan ini akan dibangun sekitar 7 kilometer dan diharapkan menjadi jalur alternatif menuju Cisarua,” terangnya.
Pengembangan jalur alternatif ini diharapkan mampu mengurangi volume kendaraan di Jalur Puncak yang kerap mengalami kemacetan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Tak hanya di wilayah Puncak, pembangunan juga akan menyasar Bogor Timur. Pemkab Bogor berencana memperbaiki sejumlah akses jalan menuju kawasan Daerah Otonomi Baru (DOB), termasuk jalur Transyogi hingga Desa Sukaresmi.
Baca Juga: PKH Tahap 2 April 2026 Mulai Cair Lebih Cepat, 18 Juta KPM Bersiap, Begini Cara Cek Status Pakai NIK
“Untuk wilayah timur, kami targetkan pembangunan akses menuju kawasan DOB bisa rampung pada 2026,” katanya.
Sementara itu, di wilayah Bogor Barat, perbaikan akan difokuskan pada ruas jalan di Rumpin dan beberapa titik lain yang belum terselesaikan pada tahun sebelumnya.
Selain rekonstruksi jalan lama, Pemkab Bogor juga merencanakan pembangunan jalan baru yang menghubungkan Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor, yakni jalur tembus dari kawasan BNR menuju Tamansari sepanjang kurang lebih 1 kilometer.
Baca Juga: Transparansi Bansos 2026, Kemensos Buka Akses Daftar Penerima PKH dan BPNT Tahap 2 Melalui DTSEN
“Untuk jalan baru, saat ini masih dalam tahap administrasi. Rencananya akan dibangun jalur penghubung dari BNR ke Tamansari,” tambahnya.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur juga akan dilakukan di 40 kecamatan yang tersebar di wilayah barat, timur, utara, dan selatan Kabupaten Bogor.
Dengan berbagai program tersebut, Pemkab Bogor berharap pembangunan infrastruktur jalan dapat selesai secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Hari Pertama TKA SMP 2026, Mendikdasmen Beri Arahan Terkait Strategi Mengerjakan Soal
“Kami targetkan semuanya bisa diselesaikan secara bertahap agar dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Rudy. (abl)