Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang di Kabupaten Bogor Sebut Sampai 2 Kali Lipat

Abilly Muhamad • Senin, 6 April 2026 | 18:12 WIB
Salah satu toko plastik di Pasar Bojonggede, Kabupaten Bogor.(Billy/Radar Bogor)
Salah satu toko plastik di Pasar Bojonggede, Kabupaten Bogor.(Billy/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah membuat harga plastik naik tajam termasuk di Kabupaten Bogor.

Seorang pedagang plastik di Pasar Bojonggede, Kabupaten Bogor Muslim (48) mengungkapkan, saat ini kenaikan harga pada barang dagangannya itu melesat hingga 100 persen.

"Kenaikannya kadang sebagian bisa mencapai 100 persen dan 50 persen antara itu 50-100 persen kenaikan rata-rata," ujar Muslim kepada Radar Bogor, Senin, 6 April 2026.

Kenaikan harga plastik yang melesat hingga 100 persen kata Muslim yakni jenis plastik bening.

Baca Juga: Taman KNPI Cileungsi Bogor Sempat Jadi Tempat Tumpukan Sampah, Camat: Gak Boleh Terjadi Lagi

"Yang putih susu 30 persen, hitam 30 persen, tapi semua yang berkaitan dengan plastik ya naik 30-70 persen kalo 100 persen sebagian doang," jelasnya.

Biasanya, kata Muslim, ia menjual plastik dari mulai harga Rp5 ribu per bungkus, kini harga mencapai Rp9 ribu.

"Saya jual Rp5 ribu sekarang dijual Rp9 ribu satu bungkus," ujarnya.

Muslim mengatakan, memang kenaikan harga plastik ini terjadi sejak bulan Ramadhan 1447 Hijriah, tetapi yang paling parah kenaikan harga terjadi pada saat ini.

Baca Juga: Update CPNS 2026: Usulan Formasi Daerah Resmi Ditutup, Kapan Pendaftaran SSCASN Dibuka? Cek Di sini

"Maksimal naiknya setelah lebaran ini sampai sekarang naik bertahap terus, jadi pasarannya ga tentu," ungkap dia.

Akibat kenaikan yang terjadi, berdampak terhadap pembeli, Muslim mengaku para pembeli merasa kaget dangan lonjakan harga plastik.

Kenaikan harga pastik juga diakui Muslim mengakibatkan terjadinya penurunan pembeli sehingga omset pendapatan menurun karena dengan harga yang ada.

"Pembeli itu kaget aja, kadang gak jadi beli, setelah dia tanya ke toko lain ternyata sama dan naik juga karena harga rata-rata segitu," imbuh dia.

Muslim menyebut bahwa, kenaikan harga itu akibat konflik geopolitik yang terjadi, sehingga mempengaruhi bahan baku produksi pembuatan plastik. 

Baca Juga: Percepatan Data DTSEN Dimulai April 2026, Ini Dampaknya ke Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT untuk KPM

Dengan harga yang terjadi saat ini, ia berharap, harga bisa kembali stabil.

"Harga stabil lagi, kita jualan stabil gitu walaupun gak seperti semula, minimal turun dari 70 persen paling tidak turun 20 persen," pungkasnya.(abl)

Editor : Eka Rahmawati
#harga plastik #pedagang #naik #kabupaten bogor