RADAR BOGOR – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor memastikan persiapan ajang lari Bogorun 2026 berjalan matang.
Event Bogorrun 2026 yang akan digelar pada 10 Mei itu, ditargetkan mampu menarik hingga 4.500 peserta.
Ketua Umum KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, mengatakan bahwa hingga saat ini jumlah pendaftar Bogorun 2026 telah mencapai sekitar 3.000 orang.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Pastikan PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Cair Lebih Cepat, Ini Jadwal dan Nominalnya
Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring waktu pendaftaran yang masih dibuka.
"Persiapan lancar, kan satu bulan lagi. Kita ada beberapa kegiatan event road dulu, kayak kemarin yang di acara CFD juga kita kan ada event permulaan," ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 7 April 2026.
Ia mengungkapkan, peserta Bogorun 2026 tidak hanya berasal dari Kabupaten Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
“Ada dari Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Aceh, bahkan warga negara asing sekitar 50 orang,” jelasnya.
Belajar dari sejumlah kejadian pada event lari sebelumnya, termasuk insiden trail run di kawasan Sentul, KORMI Kabupaten Bogor menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan dan kesehatan peserta.
Rike menegaskan, Bogorun merupakan kategori road run atau lari di jalan raya yang berbeda dengan trail run yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan berbagai langkah antisipasi guna meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung.
“Nanti ada running doctor, jadi dokter ikut berlari untuk memperhatikan peserta yang kira-kira tidak kuat dan bisa langsung ditangani,” terangnya.
Selain itu, KORMI juga akan menyiagakan sekitar 20 unit ambulans guna memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat.
"Semua olahraga ada risikonya, namun sejauh mana kita panitia mengusahakan agar risiko-risiko yang tidak diinginkan itu bisa kita minimalisasi," ucapnya.
Rike berharap, Bogorun 2026 tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial di Kabupaten Bogor.
"Boleh dicek, hampir semua negara maju itu maratonnya ikut maju, Tokyo Marathon, New York Marathon, Chicago Marathon, Berlin Marathon," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan olahraga seperti ini terus diselenggarakan karena memberikan dampak besar bagi kota, meskipun tidak secara langsung.
Baca Juga: Langit Lampung Heboh, Benda Bercahaya Terpecah di Udara, Ternyata Ini Penyebab Sebenarnya
Menurutnya, adanya perputaran uang dari para peserta dan pengunjung mampu memberikan efek ekonomi jangka panjang yang signifikan.
"Karena itu Bogorun 2026 jika disupport oleh pemerintah jalan terus," tutupnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin