RADAR BOGOR - Pengendara sepeda motor atau kendaraan roda dua lainnya harus berhati-hati saat melintas di Jembatan Leuwiranji.
Pasalnya, Jembatan Leuwiranji penghubung Rumpin - Gunungsindur itu berlantai baja. Saat hujan, jalan tersebut menjadi licin sehingga rawan kecelakaan.
Alamlah Labil Yusuf, warga Cikoleang, Gunungsindur mengaku pernah menjadi salah satu korban dari licinnya lantai Jembatan Leuwiranji.
Baca Juga: Bogorun 2026 Dipersiapkan Matang, KORMI Bidik 4.500 Peserta, Siapkan Running Doctor dan 20 Ambulans
"Waktu itu kondisinya hujan rintik-rintik. Sebenarnya saya tahu bahwa jalan itu licin, dan waktu di tengah - tengah jembatan tiba-tiba terpeselet. Padahal tidak narik rem," ungkapnya, Selasa 7 April 2026.
Beruntung saat terjatuh, situasi lalu lintas di Jembatan Leuwiranji tampak sepi sehingga Alam terhindar dari kecelakaan parah.
Untuk diketahui, Jembatan Leuwiranji baru dibuka kembali pada 1 Februari 2026 lalu setelah dilakukan perbaikan oleh Dinas PU Kabupaten Bogor.
Dikerjakan oleh penyedia jasa dengan anggaran Rp 4.8 miliar, perbaikan dilakukan berupa penggantian baut pengikat konstruksi dan pemasangan palang beton penyangga serta hamparan lempeng baja.
Sayangnya, material baja yang menjadi lantai jembatan cukup berbahaya bagi pengendara motor lantaran menjadi licin saat kondisi basah.
Menurut Alam, lantai Jembatan Leuwiranji seharusnya diganti dengan material lain yang tidak menimbulkan bahaya.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Pastikan PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Cair Lebih Cepat, Ini Jadwal dan Nominalnya
"Harapannya mudah-mudahan dicor, sehingga aman untuk pengendara motor. Kalau mobil mungkin aman, tetapi kalau pengendara motor harus hati-hati ketika melintas di Jembatan Leuwiranji," tukasnya. (cok)
Editor : Yosep Awaludin