RADAR BOGOR - Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Rumpin dalam beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana alam.
Selain banjir dan longsor, fenomena pergerakan tanah kini dilaporkan meluas ke sejumlah desa, termasuk Desa Rabak.
Sebelumnya, kejadian serupa terdeteksi di Kampung Malingping, Desa Sukasari, serta Kampung Leuwiranji, Desa Sukamulya.
Baca Juga: Operasi Malam di Kemang Bogor, Polisi Sita Puluhan Botol Minuman Haram
Kini, pergerakan tanah juga terjadi di Kampung Cisirung, Desa Rabak, yang berdampak langsung pada permukiman warga.
Kepala Desa Rabak, Wawan Nurwandi mengungkapkan, sedikitnya sembilan kepala keluarga terdampak akibat peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan, rumah-rumah warga mengalami kerusakan berupa retakan, sehingga penghuni terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Baca Juga: Jalur 6 sampai 8 Stasiun Bogor Ditutup, Jadwal KRL Bogor-Jakarta Berubah Mulai 13 April 2026
Menurut Wawan, sebagian warga memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau tetangga yang dinilai lebih aman.
Namun, ada juga keluarga yang harus menyewa rumah karena jumlah anggota keluarga yang cukup banyak sehingga sulit ditampung di tempat penampungan darurat.
Ia menambahkan, selain kebutuhan pangan, warga terdampak juga memerlukan perhatian khusus terkait tempat tinggal sementara.
Baca Juga: Guru Bersertifikasi Berpotensi Terima Rapelan TPG 3 Bulan Sekaligus, Simak Alur Pencairannya di Sini
Kondisi ini dinilai membutuhkan penanganan cepat dari berbagai pihak.
Lebih lanjut, Wawan menjelaskan, lokasi terdampak berada di RT 01 RW 01 Kampung Cisirung.
Berdasarkan kondisi geografis, kawasan tersebut memang tergolong rawan longsor sehingga relokasi warga menjadi salah satu opsi yang perlu dipertimbangkan.
Baca Juga: Warga Parung Bogor Geram, TPS Ilegal di Waru Jaya Picu Bau Menyengat hingga Ancaman Banjir
Sementara itu, tim gabungan dari pemerintah kecamatan, BPBD, Satpol PP, dan pemerintah desa telah turun langsung melakukan asesmen di lokasi terdampak.
Upaya ini dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Perwakilan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Tania menyampaikan, proses analisis masih terus dilakukan, tidak hanya di Desa Rabak, tetapi juga di beberapa titik lain di Kecamatan Rumpin yang berpotensi terdampak.
"Sejumlah lokasi masih kami analisa," ungkapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya masih memetakan kondisi lapangan dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan guna meminimalkan risiko yang lebih besar.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim