Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Tegaskan Kawal Aspirasi Masyarakat dalam Musrenbang RKPD 2027

Abilly Muhamad • Selasa, 7 April 2026 | 20:21 WIB
Musrenbang digelar di Gedung Serbaguna I, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa, 7 April 2026. (Hendi Novian/Radar Bogor)
Musrenbang digelar di Gedung Serbaguna I, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa, 7 April 2026. (Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menghadiri forum Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten untuk tahun anggaran 2027.

Ia menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD di tingkat kabupaten merupakan tahap akhir dari rangkaian proses perencanaan yang sebelumnya telah dilakukan mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

Menurutnya, forum tersebut menjadi kelanjutan dari musrenbang desa dan kecamatan yang kemudian dihimpun dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Koper Penuh Uang Mainan di Babakan Madang Bogor: Modus Investasi Untung 3 Kali Lipat Berujung Perampokan

Sastra menambahkan, hasil dari Musrenbang RKPD akan menjadi landasan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Bogor tahun 2027.

“Ini merupakan tahapan dari kita melaksanakan musrenbang desa, musrenbang kecamatan, kemudian ditindaklanjuti oleh Musrenbang RKPD tingkat Kabupaten Bogor,” kata Sastra Winara. Selasa, 7 April 2026.

Ia juga menyebutkan, berbagai program yang nantinya masuk dalam APBD 2027 berasal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui musrenbang di tingkat desa dan kecamatan, serta melalui kegiatan reses para anggota DPRD di daerah pemilihan masing-masing.

Baca Juga: Musrenbang RKPD 2027 Digelar di Kabupaten Bogor, Pemkab Prioritaskan Infrastuktur Desa, Pendidikan hingga Kesehatan

Menurutnya, seluruh aspirasi yang dihimpun dari hasil reses anggota DPRD telah disampaikan dalam forum tersebut sebagai bagian dari proses perencanaan.

Lebih lanjut, Sastra menegaskan bahwa penyusunan postur APBD tidak dilakukan secara instan. Setiap program yang diusulkan telah melalui proses perencanaan yang matang sejak satu tahun sebelumnya.

Ia menekankan bahwa program-program dalam APBD bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari tahapan perencanaan yang telah disusun secara sistematis jauh hari sebelumnya.(Abl)

Editor : Eka Rahmawati
#musrenbang #dprd #kabupaten bogor