RADAR BOGOR - Aparat Kecamatan Tenjo meninjau lokasi rumah tidak layak huni atau rutilahu di Kampung Tegal, Desa Cilaku, Kabupaten Bogor.
Rumah milik Watni, perempuan lansia yang hidup sebatang kara ini mengalami kerusakan mulai dari atap hingga dinding.
Rencananya, rutilahu tersebut diajukan sebagai penerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Adhari, aktivis pemuda asal Tenjo menyoroti kunjungan para pejabat tersebut dan menurutnya, hal itu tidak memberikan tindakan konkret.
"Masa hanya untuk satu rumah harus melapor ke Bupati Bogor," kata Adhari, Kamis, 9 April 2026.
Menurutnya, kondisi itu justru membuktikan adanya ketimpangan sosial di wilayah Tenjo.
Kritik serupa juga disampaikan Nurdin Ruhendi yang menilai, terjadinya ketimpangan pembangunan di wilayah Tenjo yang saat ini tengah mengalami kemajuan pesat.
"Gerbang masuk Tenjo dipercantik, tetapi rumah warganya tidak layak, ini menunjukan ketimpangan ketimpangan di wilayah sendiri," tegasnya.
Padahal, kata dia, wilayah Tenjo tengah berkembang pesat dengan hadirnya proyek perumahan besar seperti Podomoro. Namun, pembangunan tersebut belum sepenuhnya menyentuh masyarakat miskin di sekitar.
Terpisah, Kepala Desa Cilaku, Jumadi mengaku telah mengajukan program bantuan Rutilahu terhadap rumah Watni.
Ia menegaskan bahwa status lahan rumah milik Watni telah aman dan siap untuk diajukan dalam program perbaikan.
"Sudah dua kali diajukan, semoga cepat terealisasi," tukasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati