RADAR BOGOR - Mayoritas masyarakat menilai kualitas layanan publik pada mudik Lebaran 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini terungkap dalam hasil survei nasional yang dirilis Cyrus Network Selasa, 14 Maret 2026.
Peneliti Utama Cyrus Network, Syahril Ilhami, menjelaskan sebanyak 84,5 persen responden menilai layanan mudik tahun ini dalam kategori baik dan sangat baik. Sementara itu, 85,5 persen responden menyatakan penyelenggaraan mudik 2026 lebih baik dibandingkan 2025.
“Berdasarkan pengalaman dan informasi yang diperoleh responden, sebanyak 79 persen responden menilai kualitas layanan mudik 2026 baik dan 5,5 persen menilai sangat baik. Penilaian positif juga terlihat pada penanganan arus balik, dengan 80,4 persen responden menilai baik dan 4,8 persen menilai sangat baik,” jelasnya.
Selain itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja lembaga dan instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan mudik juga tergolong tinggi. Sejumlah institusi mendapatkan penilaian sangat baik dari responden.
PT KAI menempati posisi teratas dengan tingkat kepuasan sebesar 93,2 persen, disusul Kementerian Perhubungan 91,1 persen, ASDP 91,0 persen, Angkasa Pura 90,9 persen, Pelni 90,8 persen, Jasa Marga 88,9 persen, Kepolisian 85,4 persen, serta Kementerian Pekerjaan Umum 84 persen.
Dari sisi pola pergerakan, mayoritas pemudik masih melakukan perjalanan dalam satu provinsi. Sebanyak 70,8 persen responden melakukan perjalanan di wilayah yang sama, terdiri dari 32,3 persen dalam kabupaten yang sama dan 38,5 persen antarkabupaten. Sementara itu, 29,2 persen lainnya melakukan perjalanan lintas provinsi.
Baca Juga: Peron 6 Sampai 8 Stasiun Bogor Ditutup Mulai 15 April 2026, Jadwal Perjalanan Kereta Disesuaikan
Temuan ini sejalan dengan pilihan moda transportasi yang didominasi kendaraan pribadi. Sepeda motor menjadi moda utama dengan persentase 55,9 persen, diikuti mobil pribadi sebesar 26,7 persen.
Penggunaan transportasi umum relatif lebih rendah, seperti bus atau travel 17,4 persen, kereta api 4,5 persen, kapal laut 4,8 persen, kapal penyeberangan 4,5 persen, dan pesawat udara 4,2 persen.
“Motor memang menjadi pilihan karena mayoritas pemudik bergerak di dalam provinsi yang sama. Alasan utama penggunaan sepeda motor antara lain karena dinilai lebih cepat 39,6 persen, lebih hemat biaya 19,1 persen, tidak memiliki alternatif lain 17,1 persen, lebih nyaman 12,6 persen, serta lebih santai 11,6 persen,” ujar Ilhami.
Dominasi kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, turut berdampak pada rendahnya pemanfaatan program diskon tiket dan tarif tol. Hanya 8,7 persen responden yang mengaku memanfaatkan program tersebutsementara 84,3 persen tidak merasakan manfaatnya.
Meski demikian, dari responden yang memanfaatkan program diskon, sebanyak 90,3 persen menyatakan puas dan sangat puas.
Baca Juga: Empat Bulan Pasca Bencana Aceh dan Sumatera, Mayoritas Publik Nilai 79,6 Penanganan Lebih Baik
Survei ini melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 126 desa atau kelurahan di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1 hingga 5 April 2026.
Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error plus minus 2,82 persen.(bay)
Editor : Eka Rahmawati