RADAR BOGOR - Komposisi penduduk Kabupaten Bogor mengungkap fakta menarik tentang dominasi generasi muda yang kini menjadi penggerak utama daerah.
Data tersebut dipaparkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, dalam forum Musrenbang RKPD Tahun 2027 yang berlangsung pada Selasa, 7 April 2026, di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah.
Dalam pemaparannya, Ajat menjelaskan, jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2025 mencapai 5.721.618 jiwa.
Dari total tersebut, komposisi berdasarkan generasi menunjukkan dominasi kelompok usia produktif yang cukup signifikan.
“Penduduk Kabupaten Bogor saat ini didominasi oleh generasi milenial, generasi Z, dan generasi Alpha,” ungkap Ajat di hadapan peserta forum.
Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kata dia, generasi milenial atau Gen Y (kelahiran 1981–1996) tercatat sebagai kelompok terbesar dengan jumlah 1.399.654 jiwa atau sekitar 24,46 persen dari total populasi.
Di posisi berikutnya, generasi Z (kelahiran 1997–2012) hampir menyamai dengan jumlah 1.396.763 jiwa atau 24,41 persen.
Sementara itu, generasi Alpha (kelahiran 2013 hingga sekarang) mencapai 1.366.088 jiwa atau sekitar 23,88 persen.
Ketiga generasi ini menjadi tulang punggung demografi Kabupaten Bogor, mencerminkan besarnya potensi bonus demografi yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan daerah.
Di sisi lain, generasi X (kelahiran 1965–1980) tercatat sebanyak 1.034.753 jiwa. Kemudian kelompok baby boomer (1946–1964) berjumlah 451.660 jiwa.
Sedangkan, generasi paling senior atau silent generation (sebelum 1945) mencapai 72.700 jiwa atau sekitar 1,27 persen dari total penduduk.
Jika dilihat dari komposisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 2.930.563 jiwa atau 51,22 persen.
Sementara perempuan berjumlah 2.791.055 jiwa atau 48,78 persen.
Ajat menekankan, dominasi generasi muda ini menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran.
“Dengan komposisi penduduk seperti ini, strategi pembangunan harus mampu mengakomodasi kebutuhan generasi produktif, baik dalam hal pendidikan, lapangan kerja, maupun inovasi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, data demografi ini akan menjadi dasar penting dalam penyusunan rencana pembangunan ke depan, agar Kabupaten Bogor mampu memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki.
Melalui forum Musrenbang ini, pemerintah berharap arah kebijakan pembangunan ke depan semakin adaptif terhadap dinamika generasi dan mampu mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim