RADAR BOGOR - Hasil survei terbaru yang dirilis pada tahun 2026 menunjukkan, gambaran menarik tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pembangunan di Kabupaten Bogor.
Dalam paparan saat Musrenbang 2026 tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan, secara umum masyarakat memberikan penilaian positif, meskipun masih terdapat sejumlah sektor yang menjadi perhatian.
Berdasarkan survei yang bersumber dari Indikator tahun 2026, kata dia, sektor peningkatan akses layanan kesehatan menjadi aspek dengan tingkat kepuasan tertinggi.
Sebanyak 74 persen responden menilai kinerja pemerintah sudah baik hingga sangat baik, sementara 22 persen menganggap biasa saja, dan hanya 3 persen yang menilai buruk.
“Capaian ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah dalam memperluas layanan kesehatan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ajat Rochmat Jatnika dalam keterangannya saat Musrenbang 2026.
Di posisi berikutnya, akses layanan pendidikan juga memperoleh respons positif dengan 69 persen penilaian baik atau sangat baik.
Baca Juga: Viral di Bogor! Setelah Meloekis Kue, Little Bom Bom Kini Punya Live Photobooth Sketch
Sementara itu, peningkatan ketahanan bencana mendapat apresiasi dari 67 persen masyarakat.
Namun demikian, tidak semua sektor menunjukkan tren yang sama.
Partisipasi aktif masyarakat yang inklusif dan berkeadilan gender memperoleh 62 persen penilaian baik.
Baca Juga: Di Bawah Mentan Amran, Petani Percaya Diri Ulangi Rekor Swasembada Beras 4,72 Juta Ton
Disusul, pemerataan pembangunan antarwilayah sebesar 60 persen, serta ketahanan pangan di angka 59 persen.
Adapun tata kelola lingkungan hidup berkelanjutan dinilai baik oleh 58 persen responden.
Sementara itu, kinerja pemerintahan dan pelayanan publik serta peningkatan produksi barang dan jasa daerah masing-masing mendapatkan angka kepuasan sebesar 54 persen.
Baca Juga: Peron 6 Sampai 8 Stasiun Bogor Ditutup, Penumpang Pilih Datang Lebih Awal
Di sisi lain, isu sosial ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah.
Upaya penurunan angka kemiskinan hanya memperoleh 50 persen penilaian positif, dengan 11 persen responden menilai kinerjanya masih buruk.
Yang paling menjadi sorotan adalah penanganan pengangguran.
Hanya 39 persen masyarakat yang menilai kinerja pemerintah baik atau sangat baik, sementara 31 persen justru memberikan penilaian buruk.
Angka ini menjadi yang terendah dibandingkan sektor lainnya.
Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa hasil survei ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan ke depan.
“Kami akan terus melakukan perbaikan, terutama pada sektor-sektor yang dinilai masih belum optimal oleh masyarakat,” tambahnya.
Survei ini, sambung Ajat, memberikan gambaran komprehensif tentang persepsi publik terhadap kinerja pemerintah daerah, sekaligus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan yang lebih merata di Kabupaten Bogor ke depannya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim