RADAR BOGOR - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan di berbagai daerah.
Salah satunya, terlihat di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, saat jajaran kepolisian turun langsung ke lahan pertanian untuk mendukung program nasional.
Pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, Kapolsek Rumpin Polres Bogor, Kompol Suyoko, memimpin kegiatan penanaman jagung hibrida di lahan seluas satu hektare.
Baca Juga: Dari Satu Butir Obat Terlarang, Polisi Kembangkan Kasus hingga Tangkap Pengedarnya
Kegiatan ini berlangsung di area garapan milik PT Rejo Sari Bumi yang berlokasi di Kampung Pasir Jeruk RT 01 RW 03, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah lahan pertanian menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program Ketahanan Pangan Asta Cita.
Dalam kegiatan tersebut, Kompol Suyoko turut didampingi oleh Ketua Kelompok Tani Harapan Maju Desa Sukasari, Mad Enoh, bersama para petani setempat.
Dalam keterangannya, Kompol Suyoko yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Inventaris dan Verifikasi LBS serta lahan lainnya di wilayah Rumpin menilai, penanaman jagung hibrida ini merupakan bentuk nyata sinergi antara kepolisian dan kelompok tani.
Ia menekankan, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal program tersebut hingga masa panen tiba.
Hasil panen nantinya direncanakan akan disalurkan melalui Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Harapan Maju Desa Sukasari, Mad Enoh, menjelaskan bahwa jagung merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayahnya dalam mendukung ketahanan pangan desa.
Ia memperkirakan, masa panen jagung hibrida ini akan berlangsung dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan, yakni pada Juli 2026.
Baca Juga: Antrean Mengular, Beras Murah di Tanah Baru Bogot Ludes 50 Persen dalam Sejam
Menurutnya, dengan pengelolaan yang optimal, hasil panen dari lahan seluas satu hektare tersebut berpotensi mencapai 4 hingga 5 ton jagung, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat pasokan pangan lokal.
Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antara aparat, petani, dan sektor swasta mampu menghadirkan langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi daerah. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim