RADAR BOGOR – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cijujung serta koperasi milik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor yang berlokasi di Sukaraja.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan saat meresmikan SPPG Cijujung, bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi sekaligus tantangan besar dalam pelaksanaan program ini karena merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.
Kepala BGN menambahkan, kebutuhan SPPG di Kabupaten Bogor diperkirakan sangat tinggi. Jika seluruh unit dapat berjalan optimal, program ini diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi yang signifikan setiap bulannya.
Baca Juga: 7 Mekanisme Reaktivasi Bansos PBI JK 2026, Buruan Lakukan Ini agar Kepesertaan Aktif Kembali
“Sekitar 70 persen anggaran SPPG dialokasikan untuk bahan baku, sehingga petani, peternak, nelayan, dan UMKM akan merasakan dampak langsung,” ujar Dadan, Rabu, 15 April 2026.
Dadan juga menjelaskan bahwa program ini turut membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Setiap unit SPPG dapat menyerap puluhan tenaga kerja, baik pada tahap pembangunan maupun operasional.
Peresmian SPPG Cijujung ini menjadi langkah nyata dukungan Kabupaten Bogor terhadap program nasional, sekaligus upaya memastikan masyarakat memperoleh akses makanan bergizi untuk mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga menyebut Kadin telah membentuk koperasi berbadan hukum sebagai bagian dari penguatan ekosistem program.
“Program ini tidak hanya soal dapur SPPG, tetapi juga bagaimana menciptakan perputaran ekonomi yang cepat dan merata di masyarakat,” kata Sintha.
Baca Juga: Polres Bogor Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Jual Beli Jabatan di Lingkup Pemkab
Di sisi lain, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor Nurhayati, menyampaikan apresiasi kepada Kadin Kabupaten Bogor atas inisiatifnya dalam mendukung program nasional menuju generasi emas yang sehat dan cerdas.
Ia berharap SPPG Cijujung dapat menjadi penggerak utama pemenuhan gizi anak secara efektif, higienis, dan berkelanjutan.
Nurhayati juga menegaskan bahwa program ini memiliki dampak strategis terhadap penguatan ekonomi lokal. Pemkab Bogor menilai peran koperasi Kadin sangat penting dalam mengonsolidasikan potensi ekonomi daerah, terutama dalam penyediaan bahan baku pangan.
“Melalui koperasi ini, kebutuhan SPPG diharapkan dapat dipenuhi oleh petani, peternak, dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Bogor, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga