RADAR BOGOR - Nasib jembatan penghubung antar kampung di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, berakhir tragis meski usianya belum genap tiga bulan.
Infrastruktur yang baru diresmikan itu ambruk setelah dua kali diterjang banjir bandang dalam kurun waktu singkat.
Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu dini hari, 4 April 2026 sekitar pukul 01.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga malam.
Debit air yang meningkat drastis membawa material banjir yang menghantam bagian tiang penyangga jembatan.
Benturan tersebut menyebabkan struktur penopang melemah hingga akhirnya roboh.
Akibatnya, konstruksi jembatan mulai kehilangan keseimbangan dan mengalami penurunan pada bagian bentangan.
Kondisi yang sudah kritis itu belum sempat diperbaiki, namun hujan deras kembali melanda pada 15 April 2026.
Banjir susulan membuat struktur jembatan tak lagi mampu bertahan hingga akhirnya ambruk total.
Kepala Desa Gobang, Abdilah Alawi, menjelaskan bahwa jembatan tersebut baru saja diresmikan sekitar dua bulan lalu, tepatnya pada bulan Ramadan 2026.
Ia menyampaikan, sebelumnya warga bahkan sempat menggelar syukuran atas pembangunan jembatan tersebut, namun bencana datang di luar dugaan.
"Diresmikan bulan puasa," ucapnya kepada wartawan, Kamis 16 April 2026.
Jembatan dengan panjang sekitar 32 meter dan lebar 3 meter itu dibangun menggunakan anggaran bantuan keuangan desa dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Nilai anggaran mencapai Rp1 miliar dengan realisasi sekitar Rp850 juta.
Dari sisi konstruksi, kerusakan awal bermula pada bagian tiang penyangga.
Struktur besi WF yang cukup berat membuat bentangan jembatan melendut ketika penopang utama tidak lagi mampu menahan beban.
Kondisi tersebut semakin memburuk akibat banjir kedua yang terjadi sebelum adanya penanganan perbaikan.
Keberadaan jembatan ini sangat vital bagi masyarakat setempat.
Selain menjadi akses utama penghubung dua kampung, jalur tersebut juga digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah serta akses menuju tempat pemakaman umum.
Baca Juga: Bank bjb Akselerasi UMKM Bogor Melalui Program Sertifikasi Halal dan Literasi Finansial
Terkait kemungkinan adanya garansi pembangunan, Abdilah Alawi menyebut, hal tersebut belum dapat dipastikan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan proyek berada di bawah tanggung jawab Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), sehingga pembahasan lebih lanjut mengenai hal itu masih akan dilakukan.
Pemerintah desa kini berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan kembali jembatan tersebut.
Mengingat perannya yang sangat penting, warga membutuhkan akses penghubung tersebut agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan normal. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim