RADAR BOGOR - RSUD R Moh Noh Nur di Leuwiliang Kabupaten Bogor secara bersamaan memperkenalkan tiga inovasi andalan, yaitu SiKeINA (Sistem Integrasi Kesehatan Ibu dan Anak), SALAMAN (Sahabat Dalam Kebaikan), serta SIPIT (Sistem Informasi Pelaporan IT) pada 13 April 2026.
Ketiga inovasi ini menjadi bentuk konkret dalam upaya peningkatan layanan kesehatan yang terintegrasi, berorientasi pada kemanusiaan, serta didukung teknologi digital.
SiKeINA dikembangkan sebagai solusi atas kurang optimalnya pemantauan kondisi ibu dan bayi setelah keluar dari rumah sakit. Selama ini, terbatasnya komunikasi lanjutan kerap menyebabkan keterlambatan dalam penanganan komplikasi seperti preeklamsia, perdarahan pascapersalinan, maupun asfiksia pada bayi, khususnya dalam periode tujuh hari pertama yang sangat menentukan.
Baca Juga: Donor Darah RSUD R Moh Noh Nur Tembus 81 Kantong, Dorong Kepedulian dan Jaga Stok Darah
Dengan memanfaatkan sistem berbasis WhatsApp, SiKeINA menghubungkan proses pemulangan pasien dengan 32 puskesmas di wilayah Bogor Barat melalui notifikasi otomatis yang memuat data medis serta arahan tindak lanjut.
Penggagas SiKeINA, Raden Mas Bagus Kasatrio, menjelaskan bahwa inovasi ini mendorong perubahan pola pemantauan menjadi lebih proaktif. Petugas puskesmas kini dapat menerima informasi pasien berisiko tinggi secara langsung sehingga kunjungan lanjutan dapat dilakukan lebih cepat.
“SiKeINA mengubah paradigma dari pemantauan pasif menjadi proaktif, sehingga potensi komplikasi bisa dicegah lebih dini,” ujar Bagus.
Menurutnya, pendekatan ini mampu menggeser sistem pemantauan dari yang sebelumnya pasif menjadi lebih responsif, sehingga potensi komplikasi dapat ditekan sejak dini. Ia juga menyampaikan bahwa hasil uji coba menunjukkan capaian positif, dengan 52,5 persen pasien berisiko tinggi berhasil ditindaklanjuti, dan target ke depan ditingkatkan hingga 80 persen.
Di samping penguatan layanan klinis, RSUD juga menghadirkan inovasi SALAMAN (Sahabat Dalam Kebaikan) yang berfokus pada pengembangan karakter tenaga kesehatan. Program ini menitikberatkan pada empati, pengendalian emosi, serta komunikasi terapeutik dalam pelayanan kepada pasien.
Kepala Bidang Keperawatan sekaligus penggagas program, Hj. Ai Gunarsih, S.Si.T, M.Kes, menyampaikan bahwa SALAMAN merupakan upaya membentuk tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Ia menuturkan bahwa layanan kesehatan ideal tidak hanya mengedepankan aspek medis, tetapi juga mampu menghadirkan sentuhan kemanusiaan bagi pasien. Pendekatan emosional tersebut dinilai memiliki pengaruh signifikan terhadap proses pemulihan dan tingkat kepuasan pasien.
“Program ini kami hadirkan untuk membangun pelayanan yang tidak hanya profesional secara klinis, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan pasien,” kata Ai Gunarsih.
Sementara itu, penguatan transformasi digital diwujudkan melalui SIPIT (Sistem Informasi Pelaporan IT). Inovasi ini menghadirkan sistem pelaporan berbasis WhatsApp Bot yang terintegrasi dengan alur kerja otomatis serta dashboard pemantauan secara real-time.
Baca Juga: RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Edukasi Pasien Soal Pencegahan Campak dan Pentingnya Hand Hygiene
Inisiator SIPIT, Sigit Putra Prabowo, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menggantikan metode pelaporan manual yang selama ini belum tertata dengan baik.
Ia menyebutkan bahwa melalui SIPIT, laporan IT dapat dikirim dengan cepat melalui WhatsApp, kemudian diproses secara otomatis hingga tersaji dalam bentuk dashboard. Selain itu, sistem ini juga mampu mengurangi potensi kesalahan manusia sekaligus meningkatkan transparansi serta akuntabilitas data.
Ketiga inovasi tersebut memiliki keunggulan dari sisi efisiensi karena memanfaatkan platform yang sudah akrab digunakan, sehingga tidak membutuhkan proses adaptasi yang rumit maupun tambahan infrastruktur besar. Selain meningkatkan kualitas layanan, inovasi ini juga mendukung efisiensi operasional serta pengambilan keputusan berbasis data.
RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Ketiga program ini juga dipersiapkan sebagai unggulan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026.
Tentang RSUD R. Moh. Noh Nur
RSUD R. Moh. Noh Nur merupakan rumah sakit rujukan kelas B yang melayani 14 kecamatan di kawasan Bogor Barat, dengan komitmen untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif, terintegrasi, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien.
Editor : Eka Rahmawati