Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Kampung Cisadon Bogor Belum Bisa Nikmati Aliran Listrik, Sementara Pakai Tenaga Surya, Pemkab Ungkap Penyebabnya

Muhammad Ali • Sabtu, 18 April 2026 | 20:12 WIB
Sejumlah rumah mulai diterangi cahaya lampu yang lebih cerah usai kehadiran PLTS di Kampung Cisadon, Desa Karang Tengah, Babakan Madang Kabupaten Bogor. (Abdul Aziz/Radar Bogor)
Sejumlah rumah mulai diterangi cahaya lampu yang lebih cerah usai kehadiran PLTS di Kampung Cisadon, Desa Karang Tengah, Babakan Madang Kabupaten Bogor. (Abdul Aziz/Radar Bogor)
RADAR BOGOR - Keterbatasan pembangunan di Kampung Cisadon, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor disebabkan oleh wilayah di atas tanah milik Perhutani.
Hingga kini, lahan itu belum memiliki legalitas sebagai permukiman warga, sehingga pemerintah belum bisa menyediakan fasilitas umum, termasuk jaringan listrik konvensional dari negara.
Sekretaris Camat Babakan Madang, Iskandar, menjelaskan bahwa Cisadon merupakan kawasan garapan warga Desa Karang Tengah, mereka sudah menetap dan mengelola lahan di wilayah itu selama puluhan tahun.

Baca Juga: PLN Gunakan Super Sun Perdana di Jawa Barat untuk Aliri Listrik di Cisadon Bogor, Solusi Sementara di Wilayah Terpencil

Status lahan menjadi penyebab utama belum bisa masuknya fasilitas listrik ke kawasan tersebut, pemerintah tidak dapat memberikan infrastruktur umum di lahan yang belum berstatus hak milik warga.
“Karena memang tanahnya bukan milik adat, bukan tanah sendiri, tapi milik Perhutani, terkait listrik, ya otomatis belum bisa masuk, makanya warga bertahun-tahun menggunakan turbin untuk keberlangsungan hidup di sana,” ujarnya.

Baca Juga: Transisi Energi dari Pinggiran Kampung Cisadon Bogor: Dulu Putaran Turbin, Kini Pakai Tenaga Surya

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana membenarkan hal tersebut dan menurutnya, Perhutani sebenarnya telah berencana mengeluarkan area tersebut dari status kehutanan. Namun, karena prosesnya belum selesai, berbagai program pemerintah seperti Samisade dan Dana Desa belum dapat direalisasikan di sana.
Cisadon menjadi titik yang cukup mencolok bagi penyaluran listrik di Kabupaten Bogor. Pasalnya, Kabupaten Bogor sebenarnya memiliki jumlah pelanggan listrik tertinggi di Jawa Barat, mencapai lebih dari 1,35 juta pengguna pada akhir 2021. 
Data ini menunjukkan tren peningkatan pelanggan dari tahun ke tahun, dengan total pelanggan mencapai 1.214.094 pada tahun 2019. Konsumsi sempat turun pada 2020, tetapi kembali meningkat pasca-pandemi. Namun pada kenyataannya, masih ada wilayah seperti Cisadon yang terisolasi akses listriknya. 

Baca Juga: Dari Lampu Redup ke Cahaya Terang di Kampung Cisadon Bogor, Anak-Anak Bisa Belajar Malam Hari

Apa yang terjadi di Cisadon bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan potret kecil dari agenda besar transisi energi di Indonesia. Pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan energi terbarukan, tetapi di banyak wilayah terpencil, akses listrik dasar saja masih menjadi tantangan.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati
#bogor #cisadon #listrik