Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Soal Jembatan Gobang di Rumpin Bogor Ambruk Padahal Belum Lama Diresmikan, Inspektorat Bakal Lakukan Ini

Abilly Muhamad • Minggu, 19 April 2026 | 13:51 WIB
Jembatan Gobang di Rumpin Bogor ambruk.  (Nasir/ Radar Bogor)
Jembatan Gobang di Rumpin Bogor ambruk. (Nasir/ Radar Bogor)
 
RADAR BOGOR - Inspektorat Kabupaten Bogor, akan melakukan pendalaman terkait peristiwa Jembatan Gobang di Desa Gobang, Rumpin ambruk yang belum lama diresmikan.
 
Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor, Arif Rahman mengatakan bahwa, pihaknya akan melakukan pendalaman untuk mengetahui pasti penyebab Jembatan Gobang ambruk selain terkena bencana alam.
 
"Saya sudah perintahkan untuk koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa," ungkap Arif soal ambruknya Jembatan Gobang saat dikonfirmasi Radar Bogor. Minggu 19 Aprul 2026.
 
Baca Juga: Pria Tanpa Busana Ditemukan Tergeltak di Jembatan Pandu Raya Kota Bogor, Diduga Pengaruh Miras
 
Jembatan Gobang merupakan jembatan penghubung antar Kampung Gobang dan Tarisi. Jembatan itu dibangun pada 9 September 2025 dan diresmikan pada 5 Maret 2026.
 
Jembatan Gobang dibangun sepanjang 32 meter dengan lebar 3 meter menggunakan anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) infrastuktur desa tahun 2025 sekitar Rp1 miliar.
 
Setelah sekitar dua bulan diresmikan jembatan vital penghubung antar kampung itu ambruk akibat bencana alam.
 
Baca Juga: UIKA Bogor Gandeng IPB University Kembangkan Technopreneurship Solar Energy for Society
 
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani mengatakan bahwa, sebelum ambruk, kondisi jembatan hanya mengalami retak pada bagian tengah di atas tiang penyangga.
 
Kemudian, tepat pada Rabu 15 April 2026 sore, saat wilayah Rumpin diguyur hujan deras, jembatan tersebut ambruk akibat aliran Kali Citempuhan yang deras.
 
"Jembatan Gobamg patah karena tiang penyangga terbawa arus deras Kali Citempuhan," ujar Adam.
 
Baca Juga: Geopolitik Memanas, Harga Emas Kembali Menguat sebagai Aset Safe Haven
 
Bahkan, kata dia, akibat jembatan ambruk, aktifitas warga sedikit terganggu. Karena, warga sementara harus kembali menggunakan jembatan gantung untuk bisa beraktifitas meski terbatas.
 
"Jembatan pengganti tersebut (jembatan gantung) hanya bisa digunakan pejalan kaki dan kendaraan roda dua secara bergantian," pungkasnya. (abl)
Editor : Yosep Awaludin
#jembatan gobang #rumpin #Ambruk Akibat Longsor #inspektorat