RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengungkap penyebab jembatan penghubung antar kampung di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor ambruk meski belum lama diresmikan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Mayarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana mengatakan ambruknya pada jembatan penghubung antar kampung di Desa Gobang disebabkan bencana alam.
"Kejadian dianggap bencana alam," kata Hadijana, Minggu, 19 April 2026.
Hadijana menyebut saat pengecekan langsung yang berbarengan dengan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade, penanganan jembatan akan diusulkan menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT).
"Wabup menyampaikan untuk perbaikan atau pembuatan jembatan akan diusulkan menggunakan BTT," jelas Hadijana.
Kemudian untuk bangunan rumah milik warga yang terdampak bencana, juga akan diusahakan penanganan oleh dinas terkait.
Baca Juga: Dari Toko Assalam Lirboyo, Agen BRILink Kediri Tembus Ribuan Transaksi hingga Jadi Jawara Nasional
"Ada ruah warga didekat jembatan yang kena bencana juga akan diusulkan penanganannya oleh DPTR," tutur dia.
Jembatan Gobang merupakan jembatan antar penghubung warga sepanjang 32 meter lebar 2 meter yang dibangun dengan anggaran Bankeu infrastuktur desa tahun 2025 sebesar Rp1 miliar.
Jembatan itu dibangun pada tanggal 9 September 2025 dan diresmikan pada 5 Maret 2026 dan Rabu, 15 April 2026 atau sekitar 2 bulan usai diresmikan ambruk akibat terkena arus deras Kali Citempuhan.
Pasca peristiwa itu terjadi, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade langsung meninjau ke lokasi dan menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi, terutama terhadap warga yang tinggal di bantaran sungai yang terdampak langsung.
"Kami mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk sementara tidak menempati rumah nya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," pesan wakil bupati Bogor.
Menurut Jaro Ade jembatan di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor itu merupakan akses vital bagi mobilitas warga serta menunjang aktifitas perekonomi desa.
Untuk itu Pemkab Bogor akan segera mengambil langkah cepat baik melalui penanganan darurat maupun perencanaan pembangunan kembali jembatan.(abl)
Editor : Eka Rahmawati