RADAR BOGOR - Raden Ajeng Kartini menjadi simbol perempuan yang berjuang dalam kesetaraan gender dan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, sosok Ayya Susi Damayanti juga mengingatkan kepada tokoh perempuan asal Jawa dan juga Pahlawan Nasional Indonesia tersebut.
Ayya, sapaannya, merupakan seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sebelumnya berjuang sebagai guru honorer.
Di samping mengajar di SMPN 03 Parung Panjang, Ayya juga merupakan pendiri Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang mengasuh anak-anak yatim serta lanjut usia.
"Istana Yatim Piatu dan Duafa Baitul Quro nama lembaganya, ada di Jalan Raya Salimah, Desa Gintung Cilejet, Parung Panjang," ujar Ayya kepada Radar Bogor.
Ayya mengaku telah bergerak di bidang sosial sejak 2017 lalu dan saat ini, ibu dua anak itu tengah mengasuh sebanyak 91 anak yatim dan lansia.
"Sebagian anak-anak sudah bertumbuh, sudah lulus dan mandiri, mereka juga dibantu sekolahnya di sekolah formal sekitar sini di Parung Panjang," tuturnya.
Perempuan kelahiran 6 Maret 1993 itu diangkat menjadi PPPK Kabupaten Bogor pada 2024 lalu. Berkat dedikasinya di bidang sosial, ia bahkan pernah mendapat penghargaan serta hadiah umroh dari Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Baca Juga: Kisah Rahayu Oktaviani, Sang Penjaga Siulan Owa Jawa di Balik Hutan Halimun Salak Bogor
Meski demikian, Ayya mengaku perjuangannya dalam membangun lembaga sosial tidak mudah sebab harus memutar otak untuk menutup biaya operasinal.
Hingga ia mendirikan rumah produksi kerajinan anyaman dari bahan bambu dengan memberdayakan orang tua anak-anak yatim, hasil kerajinannya kini cukup diminati publik.
"Sekarang ada 25 orang yang terlibat dalam pembuatan kerajinan anyaman bambu, kami pasarkan melalui media sosial, alhamdulillah bisa menutup biaya operasional lembaga kami," ungkap Ayya.
Di tengah kesibukannya sebagai guru, pendiri lembaga sosial, dan juga seorang ibu, Ayya juga kini menjabat sebagai Ketua PK KNPI Kecamatan Parungpanjang.
Karena kepiwayaiannya di bidang sosial, banyak pihak yang mendorong Ayya mengemban jabatan tersebut.
Hal ini juga cukup istimewa karena hanya sedikit dari perempuan di Kabupaten Bogor yang menjabat sebagai ketua organisasi, terlebih PK KNPI.
Baca Juga: Kisah Polwan Bogor: Tetap Tangguh Bertugas, Tetap Hangat sebagai Ibu di Semangat Kartini
Di momen Hari Kartini, Ayya memaknainya bukan hanya sebagai seremonial belaka sebab ia ingin perempuan terus berperan dalam kemajuan bangsa.
"Bagaimana perempuan bisa berdaya, dan terus berkarya, walau pun banyak rintangannya, namun perempuan harus tetap kuat. Perempuan juga harus lebih banyak lagi di ruang publik, karena yang menyuarakan isu anak dan perempuan harusnya perempuan juga sebagai kodratnya," paparnya.
Selain itu, Ayya juga menyoroti Hari Kartini ini sebagai momen perjuangan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan, serta kesetaraan gender.
Baca Juga: Jadi Kartini Masa Kini, Dosen Fakultas Hukum Unpak Bogor Tegaskan Perempuan Bisa Jalani Peran Ganda
Bagaimana perempuan dapat bebas secara berfikir dan berpendapat, tidak terkungkung dengan status perempuan.
Padahal, kata dia, dari perempuan lahir ide-ide dan kontribusi pemikiran yang dapat diambil kemaslahatannya untuk banyak orang.
"Karena perempuan punya peran besar, tidak hanya di keluarga, namun juga bidang pendidikan dan pembangungan bangsa, dan saya berpesan agar perempuan jangan pernah untuk berhenti bermimpi, karena perempuan juga memiliki hak yang sama di muka bumi ini," pungkasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati