RADAR BOGOR - Pemkab Bogor meningkatkan status kesiapsiagaan menyusul rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 15 hingga 18 April 2026.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dinas terkait, penanganan dilakukan secara intensif dengan sistem siaga 24 jam nonstop di berbagai titik terdampak bencana.
Data terbaru BPBD Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 37 kejadian bencana tersebar di 19 kecamatan dan 35 desa/kelurahan akibat cuaca ekstrem.
Saat ini, penanganan difokuskan pada pemulihan akses, terutama perbaikan jembatan yang rusak serta pembersihan material longsor yang menutup jalur utama.
BPBD terus melakukan asesmen cepat di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk penanganan warga yang mengungsi serta perbaikan rumah yang mengalami kerusakan berat.
Bencana yang terjadi didominasi tanah longsor, disusul angin kencang, banjir, dan pergerakan tanah.
Dampaknya cukup signifikan terhadap infrastruktur, termasuk sedikitnya 12 jembatan yang terdampak akibat meluapnya aliran sungai.
Dalam menghadapi situasi ini, Pemkab Bogor telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis.
Status Siaga Darurat diberlakukan melalui Keputusan Bupati Bogor Nomor 300.2/71/KEP-SD/BPBD sejak 15 November 2025 hingga 30 April 2026.
Baca Juga: Penertiban PKL Diperluas, Pemkot Bogor Sisir Lapak-Lapak Ilegal di Kawasan Taman Heulang
Selain itu, status Tanggap Darurat juga ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor Nomor 300.2/08/KEP-TD/BPBD untuk 19 kecamatan terdampak.
Pemerintah juga melakukan perpanjangan masa tanggap darurat di sejumlah wilayah guna mempercepat pemulihan sarana prasarana serta objek vital, berlaku mulai 19 April hingga 4 Mei 2026.
Atas instruksi langsung Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung bergerak bersama unsur TNI, Polri, Tagana, aparat desa, Damkar, PMI, dan berbagai pihak terkait lainnya.
Rudy Susmanto menegaskan bahwa seluruh sumber daya pemerintah daerah telah dikerahkan secara maksimal dengan prioritas utama keselamatan masyarakat.
“Begitu laporan kami terima, seluruh tim langsung diturunkan ke lokasi terdampak. Saat ini fokus utama kami adalah memastikan warga dalam kondisi aman serta mempercepat penanganan agar situasi segera pulih dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Rudy, Selasa 21 April 2026.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak hanya menangani kondisi darurat, tetapi telah menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan infrastruktur dan normalisasi aliran sungai untuk mencegah bencana serupa di kemudian hari.
“Kami instruksikan seluruh jajaran tetap siaga penuh selama 24 jam dan memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan optimal. Pemerintah harus hadir dan responsif untuk masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: BKN Tegaskan Isu PPPK Jadi PNS Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor mulai disalurkan, baik bagi pengungsi maupun warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.
“Bantuan difokuskan pada kebutuhan mendesak seperti perlengkapan bayi, selimut, pakaian layak pakai, serta bahan kebutuhan pokok,” jelasnya.
Dengan status Siaga Darurat yang masih berlaku hingga 30 April 2026, Pemkab Bogor terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan bencana, khususnya di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai. (abl)
Editor : Yosep Awaludin