Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Teror Air Keras di Parungpanjang Bogor, 2 Pelajar yang Masih Berseragam Diserang Misterius Saat Pulang Sekolah, Begini Kronologisnya

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 21 April 2026 | 15:26 WIB
Kapolsek Parungpanjang, Kompol M Taufik menegaskan masih mengejar pelaku penyiraman air keras.  (Nasir/ Radar Bogor)
Kapolsek Parungpanjang, Kompol M Taufik menegaskan masih mengejar pelaku penyiraman air keras. (Nasir/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Aksi kekerasan kembali mengguncang wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor. 

Dua pelajar berusia 16 tahun menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Senin malam, 20 April 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Kampung Somang, Desa Parungpanjang, saat kedua korban baru saja beraktivitas di luar rumah setelah pulang sekolah. 

Baca Juga: Pemkot Buka Sayembara Desain Logo HJB ke-544 Bogor Nanjeur, Catat Syarat dan Ketentuannya

Keduanya diketahui masih mengenakan seragam saat kejadian berlangsung.

Akibat serangan itu, kedua korban mengalami luka bakar serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif. 

Hingga kini, kondisi salah satu korban dilaporkan belum memungkinkan untuk berkomunikasi.

Baca Juga: Apresiasi Tahfidz, SMA Kosgoro Kota Bogor Ganjar Siswa Berprestasi dengan Beasiswa

Sumiati, ibu dari korban berinisial RM (16), mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkejut saat menerima kabar anaknya menjadi korban penyiraman air keras. 

Ia menjelaskan, anaknya sempat pulang ke rumah sebelum kembali keluar bersama temannya, hingga akhirnya mendapat informasi bahwa anaknya telah berada di rumah sakit dalam kondisi luka parah.

Menurut Sumiati, luka yang dialami anaknya cukup serius sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca Juga: Indonesia Comic Con Kembali Sapa Penggemar Pop Culture, Catat Tanggalnya 

Diketahui, kedua korban adalah RM (16), pelajar kelas 1 SMA Al Kautsar yang berdomisili di Kampung Pasirlimus, serta MDH (16), pelajar kelas 1 SMK Anak Bangsa yang tinggal di Kampung Caringin, Desa Gorowong.

Kepala Desa Gorowong, Rully mengakui, kedua korban merupakan warganya. 

Ia menyampaikan, saat ini keduanya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang diderita.

Baca Juga: Tak Sekadar Seremoni, SMA Kosgoro Kota Bogor Hidupkan Semangat Kartini Lewat Aksi Nyata

Sementara itu, Kapolsek Parungpanjang, Kompol M Taufik memastikan, pihak kepolisian telah bergerak cepat menangani kasus ini. 

Ia menyatakan, penyelidikan tengah dilakukan bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

"Kami masih mengejar pelaku," ungkapnya kepada wartawan.

Baca Juga: Nyamar Jadi Satpam Kapolsek Cileungsi Bogor Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, Ribuan Butir Diamankan

Hingga saat ini, pihak keluarga korban telah resmi melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian. 

Aparat masih terus mengumpulkan keterangan dan bukti di lapangan guna mengungkap identitas pelaku yang masih misterius.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Rencana Mobil Nasional, Pindad Bakal Produksi di Karawang

Kasus ini menambah daftar kekerasan terhadap pelajar yang terjadi di ruang publik, sekaligus menjadi perhatian serius bagi aparat dan masyarakat setempat terkait keamanan lingkungan, khususnya pada malam hari. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #pelajar #parungpanjang #air keras