Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Inspiratif 2 Peserta Disabilitas Taklukkan UTBK-SNBT di IPB: Tekad Kuat dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 21 April 2026 | 20:30 WIB
SEMANGAT : 2 peserta penyandang disabilitas daksa, Muhammad Tegar Bimo Santoso asal Jakarta dan Kevin Christian Rihandi asal Cileungsi, Bogor ikuti UTBK-SNBT di IPB University, Selasa 21 April 2026.  (Foto : IPB)
SEMANGAT : 2 peserta penyandang disabilitas daksa, Muhammad Tegar Bimo Santoso asal Jakarta dan Kevin Christian Rihandi asal Cileungsi, Bogor ikuti UTBK-SNBT di IPB University, Selasa 21 April 2026. (Foto : IPB)

RADAR BOGOR - Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh dua peserta penyandang disabilitas daksa saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Institut Pertanian Bogor (IPB University), Selasa 21 April 2026. 

Muhammad Tegar Bimo Santoso asal Jakarta dan Kevin Christian Rihandi dari Cileungsi datang dengan harapan besar untuk menembus perguruan tinggi impian mereka.

Didampingi sang ayah, Mukmin, Bimo mengikuti ujian dengan penuh optimisme. 

Baca Juga: BRI Wujudkan Kesetaraan Gender Lewat Kepemimpinan Inklusif dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

Mukmin bukanlah sosok asing dengan lingkungan kampus tersebut. 

Ia pernah mengantar anak sulungnya, M Ariek Dimas Santoso, yang merupakan alumni IPB University angkatan 50. 

Kedua putranya diketahui mengidap distrofi muscular progressive (DMP), penyakit genetik yang memengaruhi kekuatan otot.

Baca Juga: Bukan Hanya TPG, Guru Kategori Ini Berpotensi Terima Transferan Berlipat Bulan Ini, Cek Selengkapnya

Dalam keterangannya sebagai orang tua peserta, Mukmin mengenang pengalaman positif keluarganya bersama pihak kampus. 

Ia menyampaikan, IPB University memberikan perhatian serius terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus, termasuk fasilitas pendukung seperti kursi roda elektrik yang pernah diberikan kepada anaknya oleh rektor IPB periode 2007–2017.

 “Ariek dulu pernah diberi kursi roda elektrik oleh pak Herry (Rektor IPB tahun 2007–2017,red),” paparnya dikutip Radar Bogor di laman resmi IPB.

Baca Juga: Petani Siap Pasok Sayuran saat Musim Kemarau, Bersyukur Program MBG Dongkrak Pendapatan 60 Persen

Meski memiliki keterbatasan fisik, Bimo berhasil menorehkan prestasi membanggakan. 

Ia telah menyelesaikan pendidikan formal di Jakarta dan bahkan meraih juara dalam kompetisi IT disabilitas tingkat internasional di Korea Selatan. 

Bimo bercita-cita menjadi ahli di bidang digital marketing sekaligus memperdalam kemampuan bahasa Jepang. 

Baca Juga: Kabar Gembira, Nama-nama Penerima Bansos PKH Tahap 2 Tahun 2026 Sudah Muncul di SIKS-NG, Cek Segera!

Menurut Mukmin, keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan tinggi muncul dari kesadaran pribadi Bimo sebagai bekal masa depannya.

Sementara itu, peserta lainnya, Kevin Christian Rihandi, juga menunjukkan tekad yang tak kalah kuat. 

Lulusan homeschooling entrepreneur ini memilih program studi Manajemen Properti sebagai tujuan akademiknya. 

Baca Juga: Update Penting untuk KPM, Bansos BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sudah Masuk Verifikasi Rekening, Cek Selengkapnya

Sang ibu, Devi, yang mendampingi langsung selama ujian menjelaskan, Kevin telah mempersiapkan diri secara konsisten dengan belajar setiap hari demi mencapai target masuk ke jurusan pilihannya.

Kisah Bimo dan Kevin menjadi potret nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. 

Baca Juga: Pemkab Bogor Targetkan 14 Jembatan Rusak Selesai Diperbaiki Sebelum Idul Adha 2026

Dukungan keluarga, akses pendidikan yang inklusif, serta semangat belajar yang tinggi menjadi fondasi penting bagi keduanya dalam menghadapi UTBK-SNBT tahun ini. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ipb #institut pertanian bogor #SNBT #utbk #disabilitas