RADAR BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, mencatat 4.825 warga Bogor terkena penyakit campak.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengungkap perkembangan terkait kasus campak di wilayah Kabupaten Bogor hingga tanggal 20 April 2026.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) total kasus campak sebanyak 4.825, dengan rincian 1 meninggal dunia, rawat inap 1.720 dan rawat jalan 3.105 orang.
"Kondisi ini menunjukan bahwa penularan campak masih cukup tinggi dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak," ujar Fusia. Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga: Angin Kencang Terjang Rumpin Bogor, 4 Rumah Rusak Parah dan Satu Keluarga Mengungsi
Adapun, kata Fusia, faktor yang menyebabkan campak saat ini tampak lebih berisiko yakni, penularan cakupan imunisasi, sehingga menurunkan perlindungan komunitas.
"Pada kasus tertentu terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah, dapat terjadi komplikasi serius seperti radang, paru-paru dan diare berat," jelasnya
"Anak dengan gizi kurang atau kondisi kesehatan tertentu lebih rentan mengalami gejala berat," tambah Fusia.
Sehingga, kata dia, dengan kasus campak tersebut, masyarakat Kabupaten Bogor diimbau untuk melengkapi imunisasi anak.
"Segera periksakan anak jika bergejala campak seperti demam dan timbul ruam, hindari kontak dengan penderita serta terapkan pola hidup bersih dan sehat," kata Fusia.
Begitu juga, Pemkab Bogor melalui Dinas Kesehatan terus melakukan upaya penanggulangan, termasuk peningkatan layanan kesehatan dan penguatan program imunisasi.
"Kerja sama seluruh masyarakat sangat dibutuhkan agar penyebaran campak dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut," pungkasnya.(abl)
Editor : Eka Rahmawati