RADAR BOGOR — Bencana pergerakan tanah terjadi di Kampung Cimangurang, RT 04 RW 02, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang berada tidak jauh dari kediaman Presiden Prabowo Subianto. Akibat kejadian tersebut, sebanyak tujuh unit rumah warga mengalami kerusakan dan 28 Jiwa terpaksa mengungsi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Pergerakan tanah pertama terjadi pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, ditandai dengan munculnya retakan tanah dan dinding rumah warga dengan lebar sekitar 10 sentimeter,” ujar Adam kepada Radar Bogor, Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga: Pemkab Bogor Targetkan 14 Jembatan Rusak Selesai Diperbaiki Sebelum Idul Adha 2026
Ia menambahkan, kondisi semakin memburuk saat hujan deras kembali turun pada Minggu malam 20 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, pergerakan tanah kembali terjadi dengan panjang mencapai 100 meter dan pergeseran dari bagian atas hingga bawah sekitar 50 meter.
Akibatnya, tujuh rumah warga terdampak dengan rincian 4 unit mengalami rusak berat dan 3 unit rusak sedang. Pada rumah rusak berat, bagian dinding, atap, hingga lantai di ruang tengah, dapur, dan kamar ambruk. Sementara itu, rumah rusak sedang mengalami retakan dinding dan lantai yang amblas.
"Sembilan Kepala Keluarga, 28 Jiwa di Kampung Cimangurang RT 04 RW 02 untuk sementara mengontrak di alamat yang sama," jelasnya.
Baca Juga: Penyakit Campak Kembali Intai Kota Bogor, Dinkes Temukan 802 Kasus, Kecamatan Ini Tertinggi
Menurutnya, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari koordinasi dengan aparat setempat, assessment, analisa kondisi lapangan, hingga memberikan edukasi kebencanaan kepada warga.
"Kebutuhan dasar logistik tanggap darurat dan relokasi," ungkapnya.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih belum stabil. Pergerakan tanah dilaporkan masih berlangsung, ditandai dengan suara pergeseran dari bangunan rumah. Dua personel BPBD masih disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan situasi.
"Curah hujan yang tinggi dan kontur tanah yang labil, pemukiman rumah warga berada di lereng yang miring dan berada tidak jauh dari bantaran sungai Cimanggis. perlu penanganan dari pihak terkait," tutupnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati