RADAR BOGOR - Aksi kekerasan kembali mengguncang wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
2 orang pelajar menjadi korban penyiraman cairan diduga air keras oleh pelaku tak dikenal dalam peristiwa yang terjadi pada Senin malam, 20 April 2026.
Hingga kini Rabu 22 April 2026, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Insiden mengerikan itu berlangsung di Jalan Kampung Somang, Desa Parungpanjang, tepatnya di sekitar area Tempat Pemakaman Umum.
Situasi yang semula biasa berubah mencekam dalam hitungan detik ketika kedua korban tengah berboncengan menggunakan sepeda motor.
Kapolsek Parungpanjang, Kompol M. Taufik mengungkapkan, pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.
“Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan yang masuk sekaligus mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi,” jelasnya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu, 22 April 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula ketika korban melaju di jalan tersebut.
Di saat bersamaan, pelaku yang juga mengendarai sepeda motor datang dari arah berlawanan.
Baca Juga: Aksi Hijau BRI di Hari Bumi: 500 Mangrove Ditanam di Muara Gembong
Tanpa peringatan, pelaku langsung menyiramkan cairan berbahaya ke arah korban saat kedua kendaraan berpapasan, lalu kabur meninggalkan lokasi.
Minimnya penerangan dan tidak adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi menjadi kendala bagi aparat dalam mengidentifikasi pelaku.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami jumlah pelaku serta motif di balik aksi keji tersebut.
Baca Juga: Ranting Restaurant, Destinasi Kuliner dengan View Memukau Alam Puncak Bogor
Sementara itu, kondisi luka kedua korban dilaporkan cukup serius.
Keduanya kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar berat, terutama di bagian wajah.
Salah satu orang tua korban, Andri, mengungkapkan kondisi anaknya masih sangat memprihatinkan.
Baca Juga: Belanja Tak Lagi ke Tengah Kota Bogor, Pasar Perbatasan Jadi Solusi Dedie Rachim
Luka yang dialami meliputi area telinga, wajah, hingga mata.
Bahkan, korban belum bisa berkomunikasi karena harus menjalani perawatan khusus, khususnya pada bagian mata yang belum dapat dibuka.
Keluarga korban berharap, aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku agar mendapatkan hukuman setimpal.
Kasus ini kembali menjadi pengingat keras akan pentingnya keamanan di ruang publik, khususnya bagi anak-anak dan pelajar.
Pihak kepolisian pun mengimbau, masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus. (sir)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim