Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kemiskinan di Kabupaten Bogor Turun, Ekonomi Tancap Gas, Pengangguran Masih Jadi PR

Siti Dewi Yanti • Kamis, 23 April 2026 | 13:30 WIB
Kabupaten Bogor: kemiskinan mengalami penurunan, ekonomi makin tumbuh.
Kabupaten Bogor: kemiskinan mengalami penurunan, ekonomi makin tumbuh.

RADAR BOGOR - Perkembangan sosial dan ekonomi di Kabupaten Bogor menunjukkan tren yang cukup menarik dalam tiga tahun terakhir. 

Berdasarkan rilis data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah indikator utama pada periode 2023 hingga 2025 mengalami perubahan signifikan, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga penurunan angka kemiskinan.

Dalam laporan Kabupaten Bogor Dalam Angka volume 43 2026, jumlah penduduk Kabupaten Bogor tercatat terus meningkat. 

Baca Juga: Aduan Warga Bogor, Polsek Cileungsi Gagalkan Dugaan Pengiriman TKW Ilegal ke Oman, Dua Perempuan Asal Karawang Diselamatkan

Dari 5,63 juta jiwa pada 2023, naik menjadi 5,72 juta jiwa pada 2025. 

Meski demikian, laju pertumbuhan penduduk justru mengalami perlambatan, dari 1,32 persen menjadi 1,12 persen. 

Hal ini mengindikasikan adanya dinamika demografis yang mulai lebih terkendali.

Baca Juga: Besok, Bakal Ada Perkembangan Terbaru Pencairan Bansos Tahap 2 2026, KPM Wajib Cek Ciri Calon Penerima Bantuan

Dari sisi kualitas hidup, angka harapan hidup warga juga menunjukkan tren positif. 

Pada 2025, usia harapan hidup mencapai 75,23 tahun, meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya. 

Namun di sisi lain, tingkat melek huruf penduduk usia 15 tahun ke atas sedikit mengalami penurunan, meski masih berada di angka tinggi, yakni 98,58 persen.

Baca Juga: Penyiar Berita Asal Jepang Inai Sayaka Tetap Siaran Tanpa Riasan Usai Gempa, Dedikasinya Jadi Sorotan

Dalam sektor ketenagakerjaan, partisipasi angkatan kerja mengalami fluktuasi. 

Setelah naik pada 2024, tingkat partisipasi kembali menurun menjadi 64,67 persen pada 2025. 

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat sempat turun, namun kembali meningkat menjadi 7,69 persen pada 2025.

Kabar baik datang dari indikator kemiskinan. 

Baca Juga: Segera Cek Data Anda, Verifikasi Rekening Bansos 2026 Dimulai, 25 Ribu Penerima Baru Bakal Terima Undangan PT Pos

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor berhasil ditekan dari 0,45 juta jiwa pada 2023 menjadi 0,40 juta jiwa pada 2025. 

Persentasenya pun turun cukup signifikan dari 7,27 persen menjadi 6,26 persen.

Seiring dengan itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 73,02 pada 2023 menjadi 74,53 pada 2025. 

Baca Juga: Rem Mendadak Berujung Maut, Pemotor Perempuan Kehilangan Nyawa di Jalan Bomang Bogor

Kenaikan ini mencerminkan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Di sektor ekonomi, kinerja daerah ini juga menunjukkan penguatan. 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp289,11 triliun pada 2023 menjadi Rp336,36 triliun pada 2025. 

Baca Juga: Perempuan Disabilitas Bogor Tunjukkan Karya dan Kemandirian Lewat Karnaval Budaya

Pertumbuhan ekonomi pun relatif stabil di kisaran 5 persen, dengan capaian 5,24 persen pada tahun terakhir.

Tidak hanya itu, masyarakat alami peningkatan signifikan pada pendapatan per kapitanya. 

Pada 2025, PDRB per kapita mencapai Rp58,79 juta, naik dari Rp51,38 juta pada 2023.

Baca Juga: Kisah Haru Jamaah Haji Termuda Asal Bogor: Berangkat ke Tanah Suci di Usia 16 Tahun

BPS Kabupaten Bogor dalam keterangannya menjelaskan, data ini merupakan hasil proyeksi dan pengukuran berkala yang dilakukan berdasarkan standar nasional dan internasional. 

Tren yang terlihat menunjukkan, adanya perbaikan di berbagai sektor, meski masih terdapat tantangan yang perlu diantisipasi, terutama dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan kualitas pendidikan.

Dengan berbagai capaian tersebut, Kabupaten Bogor dinilai terus bergerak menuju pembangunan yang lebih inklusif. 

Baca Juga: Kabar Bahagia, Status Penyaluran Bansos PKH Tahap 2, Daftar 10 Wilayah Pencairan Susulan dan Solusi Kendala Administrasi

Namun, konsistensi kebijakan dan penguatan sektor strategis tetap menjadi kunci agar tren positif ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#pengangguran #bps #kemiskinan #kabupaten bogor