RADAR BOGOR - Kasus penyiraman air keras yang menimpa sejumlah pelajar di wilayah Parungpanjang kian mengkhawatirkan.
Setelah dua korban sebelumnya dirawat akibat luka serius, kini muncul satu korban baru dengan pola kejadian serupa namun di lokasi berbeda.
Peristiwa pertama terjadi pada Senin malam, 20 April 2026, di Jalan Somang, Desa Parungpanjang.
Baca Juga: Kebutuhan Pencahayaan Tak Selalu Sama, Ini Pentingnya Pendekatan Spesifik Setiap Ruang
Dua pelajar berinisial RA dan MDH menjadi korban aksi brutal orang tak dikenal.
Keduanya mengalami luka bakar parah di bagian wajah dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang, termasuk menjalani serangkaian operasi medis.
Situasi semakin memanas setelah laporan korban ketiga muncul di hari yang sama, sekitar pukul 17.00 WIB.
Korban berinisial APW, juga seorang pelajar, diserang di Jalan Gunung Cabe Dago, Desa Cikuda.
Meski lokasi kejadian berbeda, pola kekerasan yang digunakan diduga sama, yakni penyiraman cairan berbahaya.
Kapolsek Parungpanjang, Kompol M. Taufik, membenarkan adanya korban tambahan tersebut.
Baca Juga: UIKA Resmi Buka 5 Beasiswa Unggulan 2026, Peluang Emas Generasi Muda untuk Kuliah Gratis di Bogor
Ia menjelaskan, korban mengalami luka pada bagian kepala dan wajah, serta menegaskan bahwa tempat kejadian perkara berbeda dari kasus sebelumnya.
Penanganan kasus ini kini berada di bawah koordinasi Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (Sat PPA) Polres Bogor.
Aparat kepolisian telah melakukan penyelidikan intensif dengan menurunkan tim khusus guna mengungkap pelaku di balik rangkaian aksi kekerasan ini.
Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri turut turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Ia menyampaikan, jumlah korban saat ini mencapai tiga orang dan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap keterkaitan antar kejadian.
Di tengah proses hukum yang berjalan, kondisi korban masih memprihatinkan.
Salah satu orang tua korban, Sri Wahyuni mengungkapkan, anaknya, MDH, baru saja menjalani operasi dan kondisinya masih lemah.
Ia menjelaskan, luka bakar di bagian wajah mengharuskan anaknya menjalani beberapa tahap operasi lanjutan.
Sri Wahyuni juga menyampaikan kesulitan yang dihadapi keluarga dalam menanggung biaya pengobatan yang mencapai puluhan juta rupiah.
Ia berharap, adanya bantuan dari berbagai pihak untuk meringankan beban tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Semangat Kartini Menyala di Gardu Induk: Srikandi PLN Menjaga Keandalan Listrik untuk Negeri
Polisi terus mendalami motif serta kemungkinan adanya pelaku yang sama dalam ketiga kejadian tersebut, sementara warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar. (nasir)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim