RADAR BOGOR - Kondisi geografis dan iklim di Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang cukup ekstrem.
Hal tersebut terungkap, dalam laporan terbaru Kabupaten Bogor Dalam Angka volume 43 2026 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam laporan dijelaskan, luas wilayah Kabupaten Bogor mencapai 2.991,78 kilometer persegi.
Baca Juga: Mahasiswa Afrika Kuliah di Bogor, UIKA Perkuat Citra Kampus Internasional Melalui Beasiswa Global
Wilayah ini terbagi ke dalam 40 kecamatan, yang mencakup 416 desa dan 19 kelurahan.
Dari seluruh kecamatan yang ada, Kecamatan Sukamakmur tercatat sebagai wilayah terluas dengan area mencapai 182,94 kilometer persegi.
Sebaliknya, Kecamatan Ciomas menjadi wilayah dengan luas terkecil, yakni hanya 17,88 kilometer persegi.
Baca Juga: Sempat Teror Permukiman Warga di Komplek IPB Bogor, Monyet Liar Berhasil Dievakuasi
BPS Kabupaten Bogor mencatat, luas wilayah dan pembagian administratif ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Perbedaan luas antar kecamatan, turut memengaruhi karakteristik pembangunan dan pelayanan publik di masing-masing wilayah.
Selain aspek geografis, kondisi cuaca sepanjang tahun 2025 juga menjadi sorotan.
Hujan tercatat turun hampir sepanjang tahun, meskipun dengan intensitas yang berbeda di tiap bulan.
Curah hujan tertinggi terjadi pada Agustus, mencapai 536 milimeter, sementara Februari menjadi bulan dengan curah hujan terendah, yakni sekitar 148 milimeter.
Dari sisi suhu udara, Kabupaten Bogor memiliki rata-rata suhu tahunan sebesar 26,3 derajat Celsius.
Namun, fluktuasi suhu cukup terasa, dengan suhu tertinggi mencapai 35 derajat Celsius pada Oktober 2025.
Sementara itu, suhu terendah terjadi pada Agustus, yang turun hingga 19,9 derajat Celsius.
Variasi curah hujan dan suhu ini, menjadi faktor penting dalam berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga mitigasi bencana. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti