Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Webinar NGaRIung Series Bapperida Kabupaten Bogor Bahas Penyusunan Kebijakan Berbasis Hasil Riset

Abilly Muhamad • Kamis, 23 April 2026 | 21:46 WIB
Webinar NGaRIung digelar Bapperida Kabupaten Bogor. (Billy/Radar Bogor)
Webinar NGaRIung digelar Bapperida Kabupaten Bogor. (Billy/Radar Bogor)
 
RADAR BOGOR - Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan webinar NGaRIung series. Pada seri pertama  tahun 2026 ini membahas terkait penyusunan kebijakan berbasis hasil riset.

Kegiatan itu belangsung melalui zoom meeting dan live streaming yang diikuti oleh sejumlah peserta perangkat penelitian dan pembangunan se-Indonesia serta akademisi, peneliti, birokrat, media  dan peserta lainnya.

Kepala Bapperida Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengapresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang turut hadir dalam kegiatan di sela-sela aktivitas.

Baca Juga: Press Gathering, Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor Beberkan Data Program dan Potensi Wilayah

Webinar ini merupakan kegiatan yang berbentuk daring yang dilakukan sebanyak 7 series di tahun 2026 yang dilaksanakan setiap bulan.

"Webinar bertujuan untuk melakukan upaya komunikasi dan diseminasi terhadap isu-isu dan kebijakan ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi ke masyarakat secara luas baik di level nasional maupun internasional," ujar Bambam, Kamis, 23 April 2026.

Bambam berharap, webinar yang melibatkan pihak akademisi, lembaga peneliti, sektor swasta dan komunitas masyarakat ini bisa berperan aktif saat pembahasan penyusunan kebijakan berbasis hasil riset.

"Kami berharap bahwa materi yang disampaikan dalam webinar ini memberikan manfaat praktis dan meningkatkan kompetensi kita semua dalam upaya memajukan peran riset dan inovasi dalam mengakselerasi pembangunan di daerah," kata Bambam.

Dalam penyusunan kebijakan publik harus berdasarkan faktor dan dasar dalam suatu kebijakan. Karena, hal ini penting untuk menjadi ukuran manfaat nantinya yang akan didapatkan.

Baca Juga: PKH Menyusul BPNT Masuk Proses Cek Rekening, Pencairan Bansos Tahap 2 2026 Sudah Dekat

Terlebih, bukan sekedar untuk melaksanakan rutin administrasi, tetapi bagaimana suatu kebijakan publik ditetapkan untuk menyelesaikan suatu masalah atau menjawab kebutuhan yang ada di masyarakat.

Apalagi saat ini, telah berkembang suatu paham atau paradigma tentang penyusunan kebijakan harus berbasis bukti atau dikenal evidence based policy.

Dengan konsep ini sangat perlu, karena pemerintah selaku penyelenggara, bahwa setiap kebijakan, inovasi dan apapun yang dikeluarkan pemerintah harus memiliki data-data yang akurat, analisis yang tajam. Sehingga segala permasalahan dapat terjawab melalui kebijakan tersebut.

Saat pembahasan, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi menerangkan bahwa, peran perangkat Bapperida atau Perguruan Tinggi dan komunitas masyarakat dalam penyusunan kebijakan perlu adanya kerjasama untuk memperkuat kebijakan setiap daerah.

Terkait kebijakan riset inovasi di setiap daerah menurut Yopi mengacu pada regulasi pusat peraturan presiden yakni terkait rencana penyusunan kebijakan lima tahunan baik di pusat maupun daerah.

Baca Juga: Haul ke-148 Raden Saleh di Empang Kota Bogor, Habib Luthfi bin Yahya Ajak Jaga Persatuan Bangsa

"Dalam peraturan presiden terkait perencanaan lima tahunan itu sudah disebutkan bahwa untuk level pemerintah daerah harus dorong optimalisasi pemanfaatan, jadi harus berdampak karena ini menjadi salah satu target," ungkapnya.

Di sisi lain, kata Yopi, riset dan inovasi daerah, Kemendagri sudah mengeluarkan instruksi lebih lanjut soal perangkat daerah bagian penelitian pengembangan bersama dinas lain untuk mengetahui berapa banyak kebijakan berbasis data yang memberikan manfaat.

"Setiap pemerintah daerah harus memperkuat kebijakan berbasis bukti, kebijakan itu akan mendorong proses optimalisasi pemanfaatan di daerah sesuai dengan konteks," ujarnya.

Baca Juga: Milad ke-65, UIKA Bogor Perkuat Peran Pendidikan dan Luncurkan 5 Program Beasiswa

Untuk itu, kata dia, peran BRIN yakni bekerja sama khususnya dengan pemerintah daerah terkait dengan indeks kualitas kebijakan.

"Jadi ini yang perlu didorong pemerintah daerah," imbuh Yopi.

Pada , Kepala Bidang Sosial dan Kependudukan BP2D Provinsi Jawa Barat, Inge Wahyuni menekankan, penyusunan kebijakan itu tidak berbasis intuisi, feeling  ataupun bisnis. Namun ada dasar ilmiah yang kuat agar bisa dipertanggungjawabkan yang nantinya diformulasikan menjadi kebijakan.

"Inovasi ini bermuara pada kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Dengan demikian, kata dia, saat penyusunan kebijakan, maka perlu melibatkan Perguruan Tinggi, peneliti, media dan elemen masyarakat lain karena hal itu menjadi salah satu perangkat untuk pembangunan memberikan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui proses riset dan empiris dari situ kita bisa mengumpulkan rekomendasi formulasi kebijakan yang tepat seperti apa. Jadi tujuannya memastikan kebijakan yang diambil, bukan hanya berdasarkan asumsi," pungkasnya.(abl)

Editor : Eka Rahmawati
#riset #Bapperida #kabupaten bogor #webinar