RADAR BOGOR - Menindaklanjuti keluhan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui kanal pengaduan maupun media sosial resmi, tim teknis Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor segera melakukan penelusuran dan penanganan terhadap gangguan distribusi air bersih.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya penurunan tekanan air di sepanjang jalur distribusi Metro–Cibinong. Kondisi ini berdampak langsung terhadap 1.021 pelanggan di kawasan Tarikolot.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menyampaikan bahwa berbagai langkah strategis telah ditempuh untuk mempercepat proses penanganan gangguan tersebut.
Baca Juga: Cerita Siswa Akui Senang Dapat MBG: Jadi Hemat Uang Jajan, hingga Nutrisi Aman
Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembangunan jaringan pipa baru sepanjang kurang lebih 683 meter dengan diameter 6 inci, yang menghubungkan Booster Citeureup ke Tarikolot melalui jalur Cibinong–Citeureup. Proyek ini telah rampung pada 10 April 2026.
Selain itu, dilakukan optimalisasi sistem distribusi melalui penambahan debit inlet, pemasangan valve untuk mengatur aliran, serta peningkatan tekanan pompa di Booster Pump Citeureup.
"Langkah ini diperkuat dengan penambahan suplai dari Booster Az-Zikra Sentul untuk mendukung kebutuhan air di wilayah Tarikolot,” ujar Abdul Somad.
Lebih lanjut, petugas Tirta Kahuripan juga melakukan pemasangan gate valve sebagai pengatur aliran serta pekerjaan tapping pipa di jalur Pondok Citeureup dan Tarikolot.
Baca Juga: Melalui Turnamen Futsal, PC Satria dan BNN Kabupaten Bogor Edukasi Pelajar untuk Perangi Narkoba
Seluruh pekerjaan dilaksanakan mulai malam hingga pagi hari sebagai bagian dari upaya optimalisasi jaringan distribusi, sehingga tekanan dan debit air yang diterima pelanggan dapat meningkat secara maksimal.
Saat ini, tim distribusi Tirta Kahuripan masih terus melakukan berbagai langkah teknis untuk meningkatkan suplai air secara bertahap agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi.
Upaya tersebut mencakup pengaturan sistem distribusi serta pemaksimalan sumber pasokan yang tersedia, dengan harapan layanan air bersih di wilayah Tarikolot dapat kembali normal dengan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yang terjaga.
Manajemen Perumda Air Minum Tirta Kahuripan juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pengaliran yang terjadi dalam waktu cukup lama di wilayah Tarikolot, mengingat proses evaluasi melalui step test dari hulu hingga hilir membutuhkan waktu.
Pihak perusahaan turut mengapresiasi peran aktif pelanggan dalam menyampaikan laporan melalui media sosial, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Tirta Kahuripan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta respons terhadap kebutuhan pelanggan.(abl)
Editor : Eka Rahmawati