Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Revitalisasi Pasar Parung Dimulai, Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Kawasan Ekonomi Modern Terintegrasi

Abilly Muhamad • Minggu, 26 April 2026 | 11:08 WIB
Pemkab Bogor menyiapkan rencana penataan Pasar Parung.
Pemkab Bogor menyiapkan rencana penataan Pasar Parung.

RADAR BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto menunjukkan komitmen kuat dalam menata Pasar Parung sebagai pijakan awal pengembangan kawasan ekonomi di wilayah utara Kabupaten Bogor.

Penataan Pasar Parung itu tidak sekadar menertibkan PKL, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang dirancang secara terpadu dan berkelanjutan.

Rudy mengungkapkan bahwa penataan Pasar Parung ini menjadi prioritas pemerintah daerah.

Baca Juga: Babak Penutup Serial Animasi The Amazing Digital Circus Segera Tayang di Bioskop Indonesia

Terutama dengan adanya rencana investasi besar yang akan masuk pada periode 2026–2027 di kawasan Kemang, Ciseeng, hingga Parung.

Ia menilai Pasar Parung harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi representasi baru wajah perekonomian daerah yang lebih tertata dan modern.

“Penataan harus dilakukan menyeluruh dan berkeadilan. Tidak bisa dilakukan secara terpisah. Mulai dari PKL, kebersihan lingkungan, lalu lintas, hingga sarana pasar harus dikelola dalam satu sistem terpadu,” ujar Rudy, Minggu 26 April 2026.

Baca Juga: Siap-Siap! Simple Plan Bakal Gelar Konser di Jakarta dan Surabaya November 2026, Tiket Mulai Dijual 4 Mei

Selain itu, ia juga menekankan perlunya pembentukan posko terpadu yang memiliki landasan hukum melalui Surat Keputusan (SK).

Serta penguatan sumber daya manusia di lapangan, termasuk penambahan tenaga harian lepas (PHL) di sejumlah titik strategis.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa penataan kawasan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: SP2D Sudah Diturunkan! Siap-Siap Cek Rekening KKS Anda Untuk Pencairan PKH BPNT Tahap 2

Setelah sebelumnya fokus pada wilayah Cibinong, kini perhatian diarahkan ke Parung sebagai kawasan strategis berikutnya.

Menurutnya, konsep yang diusung bukanlah penggusuran, melainkan penataan yang lebih tertib dan manusiawi.

“Kami tidak ingin menggusur, tetapi menata agar lebih rapi dan nyaman. PKL tetap diberikan ruang, namun dengan pengelolaan yang lebih baik sesuai semangat Tegar Beriman,” jelas Ajat.

Ia juga menambahkan bahwa penataan ini mencakup optimalisasi aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, seperti terminal lama yang kini mulai diaktifkan kembali.

Baca Juga: Tinggalkan Antibiotik, Guru Besar IPB Dorong Revolusi Akuakultur Berbasis Vaksin dan Pencegahan Penyakit

Terminal tersebut nantinya akan terintegrasi dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan baru untuk mempermudah mobilitas masyarakat tanpa harus memutar jauh.

“Ke depan, kawasan Parung akan dikembangkan sebagai satu kesatuan wilayah yang terhubung hingga Ciseeng, sekaligus mengangkat potensi lokal sebagai identitas kawasan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah teknis, termasuk relokasi PKL ke dalam area Pasar Parung.

Baca Juga: Terjebak Paradox Pembiayaan, Guru Besar IPB Tawarkan Solusi Revolusioner untuk Kredit Petani

Sebanyak 700 lapak telah disediakan untuk menampung para pedagang, khususnya untuk komoditas sayur, bahan basah, hingga produk unggas dan perikanan.

“Penataan ini bukan sekadar memindahkan pedagang, tetapi juga merapikan area depan pasar. Kawasan tersebut akan dijadikan zona merah sementara sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah untuk ruang terbuka hijau atau sentra ikan hias,” ungkap Haris.

Ia mengakui pada tahap awal sempat terjadi perbedaan pandangan di kalangan pedagang.

Baca Juga: Timnas Esports Indonesia Umumkan Daftar Pelatih untuk ENC 2026, Cek di Sini Nama-namanya

Namun, seiring berjalannya proses sosialisasi, dukungan kini terus meningkat dan telah mencapai sekitar 90 persen.

Perumda Pasar Tohaga juga menargetkan kawasan Parung ke depan dapat berkembang menjadi sentra ikan hias unggulan yang mampu bersaing di tingkat regional, bahkan berpotensi menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari penataan lapak yang tertib, fasilitas pasar yang bersih dan representatif, hingga ketersediaan area parkir yang memadai.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Perumda Pasar Tohaga, penataan Pasar Parung diharapkan menjadi pintu masuk transformasi kawasan secara menyeluruh.

Baca Juga: Cek Ciri KPM yang Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair Akhir April 2026, Status SIKS-NG Sudah Berubah

Upaya ini tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru yang lebih modern, terintegrasi, dan memiliki daya saing tinggi di Kabupaten Bogor. (abl)

Editor : Yosep Awaludin
#Pasar Parung #Rudy Susmanto #kabupaten bogor