RADAR BOGOR - Upaya pengendalian populasi kucing liar dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB University) melalui Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB).
Dalam rangka World Veterinary Day 2026, kegiatan sterilisasi kucing gratis digelar di Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, pada 24 April 2026.
Program ini tidak hanya menyasar pengurangan populasi kucing liar, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesejahteraan hewan serta dampaknya terhadap kesehatan lingkungan.
Baca Juga: Kampus IPB Dramaga Disulap Jadi Taman Anggrek Raksasa, Ini Pesona Baru yang Bikin Adem
Direktur Eksekutif RSHP sekaligus Dekan SKHB IPB University, Prof Amrozi, menjelaskan, RSHP memiliki peran strategis sebagai pusat layanan, pendidikan, sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Ia menuturkan, sejak berdiri pada 2002, fasilitas ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman klinis secara langsung sambil memberikan layanan nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti sterilisasi massal ini akan terus didorong menjadi agenda rutin kampus.
Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya populasi kucing liar yang dipicu oleh musim reproduksi serta praktik pembuangan hewan ke lingkungan kampus.
Dikutip Radar Bogor di laman resmi IPB, ia menilai anggapan bahwa kucing akan terurus setelah ditinggalkan di kampus tidak sepenuhnya benar, karena tanpa pengendalian jumlahnya justru akan terus bertambah dan berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Sementara itu, Asisten Direktur RSHP IPB University, Dr drh Leni Meylina, mengungkapkan bahwa kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawa Barat II, mahasiswa, hingga berbagai mitra klinik dan komunitas pecinta hewan.
Ia menyebutkan, sedikitnya 35 dokter hewan relawan bersama dosen dan puluhan mahasiswa terlibat dalam seluruh proses, mulai dari penangkapan, tindakan operasi, hingga perawatan pascaoperasi.
Target utama program ini adalah kucing liar di lingkungan kampus Dramaga.
Namun, pihak penyelenggara juga membuka kuota terbatas bagi kucing peliharaan milik sivitas akademika.
Baca Juga: SDN Margajaya 1 Konsisten Cetak Hafidz Al-Quran hingga 5 Juz, Didukung Kemenag Kota Bogor
Antusiasme masyarakat terbilang tinggi.
Dalam waktu kurang dari 12 jam sejak pendaftaran dibuka, sekitar 150 kucing telah terdaftar, melampaui target awal sebanyak 100 ekor.
Dari jumlah tersebut, sekitar 60 kucing peliharaan berhasil mendapatkan layanan, sementara sisanya masuk daftar tunggu.
Leni Meylina menegaskan, sterilisasi merupakan langkah efektif untuk mengendalikan populasi sekaligus mencegah dampak negatif terhadap lingkungan.
Baca Juga: Jangan Keliru, Ini Pentingnya Cek Status Penyaluran di SIKS-NG untuk Bansos PKH dan BPNT Tahun 2026
Ia menilai, tanpa pengendalian, kucing liar kerap dianggap sebagai hama dan berisiko mendapat perlakuan tidak layak.
Dengan pendekatan sterilisasi, pengendalian populasi dapat dilakukan secara lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Pendapat serupa disampaikan Ketua PDHI Cabang Jawa Barat II, drh Soenarti Daroendio.
Ia menilai, tanpa langkah pengendalian yang tepat, lonjakan populasi kucing liar dapat memengaruhi persepsi masyarakat dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit zoonosis.
Sejalan dengan tema World Veterinary Day 2026, “Veterinarians: Guardians of Animal Health, Food Safety and Public Health”, kegiatan ini menegaskan peran penting dokter hewan tidak hanya dalam menjaga kesehatan hewan, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat secara luas. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti