Dapur SPPG Mekar Jaya 02 Cigudeg Bogor Hentikan Sementara Operasional Distribusi MBG, Ini Penyebabnya
Dede Supriadi• Minggu, 26 April 2026 | 21:03 WIB
Aktivitas di Dapur SPPG Mekar Jaya 02 Cigudeg dihentikan sementara guna perbaikan sistem IPAL dan penanganan rembesan air setelah adanya keluhan warga. Dok SPPG Mekar Jaya 02 Cigudeg
RADAR BOGOR - Pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Jaya 02 Cigudeg, Kabupaten Bogor mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sepekan. Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas keluhan warga terkait rembesan air di sekitar area dapur.Langkah cepat tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari warga mengenai rembesan air di belakang rumah yang berdekatan dengan lokasi operasional dapur. Menindaklanjuti hal itu, pihak pengelola langsung melakukan pengecekan lapangan bersama aparatur setempat, mulai dari kepala dusun, ketua RW hingga RT.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa sumber aroma tidak sedap diduga berasal dari saluran pembuangan menuju septic tank serta adanya kebocoran pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).Kepala Dapur SPPG Mekar Jaya 02, Muhammad Alfitrah, menegaskan bahwa kenyamanan warga menjadi prioritas utama. Sejumlah langkah darurat pun telah dilakukan untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan.Di antaranya pembangunan sumur baru bagi warga terdampak, pengurasan sumur di sekitar lokasi, penyedotan genangan air, penambahan buis beton, serta plesterisasi jalur rembesan untuk mencegah kebocoran berulang.
“Kami memutuskan menghentikan sementara distribusi MBG selama satu pekan agar proses pembenahan bisa dilakukan maksimal tanpa mengganggu kualitas pekerjaan maupun kenyamanan masyarakat,” ujar Alfitrah, Minggu, 26 April 2026.Selain penanganan darurat, pengelola juga menyiapkan langkah jangka panjang. Fokus utama diarahkan pada pembangunan sistem IPAL sesuai standar, pembenahan struktur bangunan, serta penataan ulang saluran pembuangan agar lebih ramah lingkungan.Langkah transparan ini menjadi bentuk komitmen pengelola dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar, sekaligus memastikan operasional ke depan berjalan lebih tertib dan berkelanjutan. (ded) Editor : Eka Rahmawati