RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong peningkatan budaya literasi sejak usia dini. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan ajang Duta Pustaka Cilik tingkat Jawa Barat tahun 2026 yang digelar oleh Yayasan Romasenta Art Gallery bekerja sama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah, Cibinong, pada Minggu, 26 April 2026.
Duta Pustaka Cilik Jawa Barat merupakan ajang seleksi bagi anak-anak berbakat yang berfokus pada pengembangan literasi, seni, dan budaya di wilayah Jawa Barat. Para finalis tidak hanya mengikuti tes tertulis dan wawancara, tetapi juga diuji kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) terkait wawasan literasi mereka di hadapan dewan juri dan undangan. Salah satu juri berasal dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor.
Perwakilan Diskominfo Kabupaten Bogor, Mega Puspasari, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan minat baca serta semangat belajar sejak usia anak-anak. Ia menilai, pelaksanaan yang kini memasuki tahun ketiga menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi kualitas peserta maupun variasi kategori lomba.
Baca Juga: Lepas Pawai pada Lebaran Desa Bojonggede, Bupati Bogor Apresiasi Warga Konsisten Jaga Warisan Budaya
Ia berharap, Duta Pustaka Cilik dapat berperan sebagai penggerak budaya literasi di tengah masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lain untuk gemar membaca dan aktif memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
“Duta Pustaka Cilik diharapkan dapat menjadi motor penggerak budaya literasi di tengah masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk gemar membaca dan aktif memanfaatkan fasilitas perpustakaan,” ujar Mega dalam keterangannya dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Selain itu, ia juga berharap para peserta terpilih mampu mengharumkan nama Jawa Barat hingga tingkat nasional, serta mendorong lebih banyak anak di Kabupaten Bogor untuk berani tampil dan meraih prestasi.
Ketua Yayasan Romasenta Art Gallery, Febiola, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menjaring generasi muda berusia 10 hingga 15 tahun yang memiliki minat di bidang literasi. Para peserta akan dibina menjadi agen perubahan yang mengkampanyekan budaya membaca dan kecintaan terhadap perpustakaan.
Ia menambahkan bahwa program ini hadir sebagai respons terhadap kondisi literasi di Indonesia yang masih perlu ditingkatkan, dengan harapan dapat melahirkan figur-figur inspiratif bagi generasi sebaya.
Febiola juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap para pegiat literasi, termasuk dalam penyelenggaraan ajang Duta Pustaka Cilik yang tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah.
Sementara itu, Duta Pustaka Dewasa Jawa Barat 2025, Frida, menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini serta menjadi ajang prestisius yang bermanfaat bagi masa depan.
Menurutnya, sejak usia muda peserta telah dilatih untuk percaya diri, memiliki wawasan luas, serta berkontribusi dalam meningkatkan budaya literasi. Ia juga melihat perkembangan positif yang terjadi di Kabupaten Bogor dan berharap daerah tersebut terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Hal serupa disampaikan Duta Pustaka Cilik Jawa Barat 2025, Kinativa, yang mengapresiasi penyelenggaraan ajang ini sebagai wadah pengembangan potensi anak di bidang literasi dan kepustakaan.
Baca Juga: Majalah Bobo Tampil Beda di Bobo the Origin, Angkat Kisah Asal-Usul dan Petualangan
Ia menilai bahwa keberlanjutan program yang disertai evaluasi secara berkala akan semakin meningkatkan kualitas kegiatan serta menjaring lebih banyak generasi muda berbakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, ajang Duta Pustaka Cilik Jawa Barat 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan anak-anak berprestasi, tetapi juga memperkuat ekosistem literasi di daerah, khususnya di Kabupaten Bogor.
Editor : Eka Rahmawati