RADAR BOGOR - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Institut Pertanian Bogor (IPB University) mendapat perhatian langsung dari tim nasional.
Kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan oleh Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Kampus Dramaga sebagai langkah memastikan ujian berjalan tertib, aman, dan berintegritas.
Sejak pagi 24 April 2026, tim monev meninjau berbagai aspek pelaksanaan ujian, mulai dari kesiapan ruang, sistem teknologi, hingga alur pengawasan peserta.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pelaksanaan UTBK-SNBT di IPB University telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan secara nasional.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Prof Deni Noviana menyampaikan, institusinya telah mempersiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan ujian secara menyeluruh.
Ia menegaskan, kesiapan tersebut mencakup infrastruktur, sistem teknologi informasi, hingga dukungan sumber daya manusia yang memadai, sehingga peserta dapat mengikuti ujian dengan lancar dan nyaman.
Baca Juga: Bansos Tahap 2 2026 Segera Cair, KPM Harus Pastikan Hal Penting Ini Terlebih Dahulu
Dari pihak pemerintah, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Prof Toni Toharudin, menilai pelaksanaan UTBK di IPB University secara umum berjalan sesuai ketentuan.
Dikutip Radar Bogor dari laman resmi IPB, ia menyampaikan, tidak ditemukan pelanggaran signifikan selama proses ujian, sekaligus menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan SOP oleh seluruh panitia.
Penilaian serupa juga disampaikan oleh Staf Khusus Mendikdasmen, Muhammad Muchlas Rowi.
Ia melihat kesiapan IPB University sudah sangat baik, terutama dari segi fasilitas ruang ujian dan sistem pemantauan berbasis dashboard.
Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan pengawasan berlangsung secara real-time, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi lebih cepat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana SNPMB, Prof Waras Kamdi, menyoroti tantangan yang masih muncul dalam pelaksanaan UTBK setiap tahunnya, khususnya terkait potensi kecurangan.
Ia mengungkapkan, modus yang kerap terjadi adalah manipulasi dokumen peserta, sehingga pengawas di lapangan perlu meningkatkan ketelitian dalam proses verifikasi.
Sebagai langkah antisipasi, panitia nasional telah menerapkan sejumlah strategi baru, salah satunya adalah sistem pemilihan lokasi ujian berbasis kota untuk membatasi ruang gerak kecurangan.
Bahkan, kata dia, khusus bagi peserta program studi kedokteran penjadwalan di hari pertama juga jadi bagian dari strategi mitigasi.
Baca Juga: Dari Umbi Tradisional Jadi Dessert Kekinian: Inovasi Mahasiswa IPB Ini Bikin Talas Naik Kelas
"Upaya ini, ditargetkan bisa menaikkan integritas seleksi secara keseluruhan," tegasnya. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti