Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Parung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Kabupaten Bogor, Hadirkan Kawasan Modern Terintegrasi

Abilly Muhamad • Selasa, 28 April 2026 | 12:08 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat meninjau Pasar Parung. (Foto : Diskominfo)
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat meninjau Pasar Parung. (Foto : Diskominfo)

RADAR BOGOR – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, tengah mematangkan rencana besar untuk mentransformasi kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru di wilayah utara Bumi Tegar Beriman.

Pengembangan kawasan Parung ini tidak hanya berfokus pada revitalisasi pasar tradisional, tetapi juga mengusung konsep kawasan terpadu yang mengintegrasikan aktivitas perdagangan, pusat kuliner, serta sistem transportasi dalam satu area modern.

Rudy mengungkapkan, Parung memiliki potensi strategis yang perlu ditata secara lebih terencana agar mampu menjadi kawasan yang representatif dan bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Aranya Coffee and Forest Bogor, Tempat Nongkrong Sejuk di Tengah Alam yang Bikin Betah

Salah satu program prioritas adalah pembangunan pasar ikan yang dikombinasikan dengan fasilitas layanan publik dan area kuliner.

“Konsepnya kita kembangkan menjadi lebih modern, tidak sekadar pasar. Nantinya ada pasar ikan yang tertata rapi, sementara di bagian atas disediakan area kuliner yang nyaman. Pengunjung bisa menikmati makanan sambil melihat aktivitas jual beli di bawah,” jelas Rudy, Selasa 28 April 2026.

Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti park and ride serta shelter angkutan umum.

Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Depok Viral di Medsos, Pengendara Motor Tergeletak di Jalan Margonda

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi akibat angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bogor telah menyiapkan dua lahan strategis.

Lahan pertama seluas sekitar 7.000 meter persegi akan difungsikan sebagai pusat utama kegiatan ekonomi terpadu. 

Baca Juga: KPM Mana yang Cair Bansos Lebih Dulu? Simak Komponen Prioritas Penyaluran Bantuan Tahap 2 dan Nominal Sesuai Desil

Sedangkan lahan kedua yang mencapai sekitar 2 hektare disiapkan untuk pengembangan kawasan penunjang, termasuk akses transportasi.

Rudy menegaskan, proyek ini tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan optimal.

“Kita ingin aset pemerintah bisa lebih produktif. Melalui kerja sama dengan pihak ketiga, diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Marak Peredaran Obat Terlarang di Kawasan Puncak Bogor, Pengedarnya di Ciawi Dibekuk Polisi

Skema kerja sama yang ditawarkan pun beragam, mulai dari sistem sewa hingga Kerja Sama Operasi (KSO) jangka panjang.

Pemkab Bogor juga menjanjikan kemudahan dalam proses perizinan selama sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyebut penataan kawasan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Sensasi Ngopi di Kebun Durian, Cafe Bawor Jaya Negara di Bogor Wajib Dicoba

Setelah fokus pada wilayah Cibinong, kini pengembangan mulai diarahkan ke Parung sebagai kawasan strategis berikutnya.

“Pendekatannya bukan penggusuran, melainkan penataan. Kami ingin menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman. Para pedagang tetap difasilitasi, namun dengan penataan yang lebih baik,” ujar Ajat.

Ia menambahkan, revitalisasi Parung juga mencakup pemanfaatan kembali aset lama seperti terminal yang sebelumnya tidak optimal.

Baca Juga: Penertiban Angkot Tua di Kota Bogor Kembali Berlanjut, Perwali Ditarget Rampung Pekan Depan

Terminal tersebut kini mulai diaktifkan kembali dan akan diintegrasikan dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan baru untuk meningkatkan konektivitas.

“Ke depan, kawasan ini akan terhubung hingga Ciseeng dan dikembangkan dengan mengangkat potensi lokal sebagai identitas kawasan,” tambahnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis, termasuk penataan dan relokasi PKL ke dalam area pasar.

Sekitar 700 lapak telah disediakan untuk menampung pedagang, terutama dari sektor sayuran, bahan basah, hingga komoditas ayam dan ikan.

Baca Juga: Ajang Internasional ICIA di Kamboja, Startup Karya Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan Raih Silver Award 

“Penataan ini tidak sekadar relokasi, tetapi juga penertiban area depan pasar. Nantinya akan dijadikan zona khusus sebelum diputuskan pemanfaatannya, apakah untuk ruang terbuka hijau atau sentra ikan hias,” jelas Haris.

Menurutnya, meski sempat muncul perbedaan pendapat di awal, kini mayoritas pedagang mulai mendukung program tersebut dengan tingkat persetujuan mencapai sekitar 90 persen.

Perumda Pasar Tohaga pun menargetkan kawasan Parung ke depan dapat berkembang sebagai sentra ikan hias unggulan yang mampu bersaing di tingkat regional, bahkan berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Curug Kondang Pamijahan, Hidden Gem di Bogor yang Wajib Masuk Wishlist

Upaya penataan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Bogor dalam menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

Dengan konsep kawasan terintegrasi, Parung diharapkan berkembang tidak hanya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi ruang publik modern yang nyaman bagi masyarakat. (abl)

Editor : Yosep Awaludin
#pusat ekonomi baru #parung #Rudy Susmanto