RADAR BOGOR - Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Athalla Shaquille Bayanaka saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga pada 27 April 2026.
Meski harus datang menggunakan kursi roda, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk tetap berjuang meraih impian masuk perguruan tinggi.
Perjalanan Athalla menuju ruang ujian tidaklah mudah.
Dua minggu sebelum pelaksanaan UTBK, ia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus menjalani perawatan intensif hingga operasi.
Situasi itu sempat mengguncang mentalnya, terlebih karena ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti UTBK.
Dikutip Radara Bogor dari laman resmi IPB, Athalla mengaku, sempat merasa putus asa dan bahkan menyampaikan kepada orang tuanya keinginan untuk tidak mengikuti ujian.
Baca Juga: Tanda-tanda Cair Muncul! Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Ada Status Baru di SPM dan SI, KPM Mohon Sabar
Ia merasakan tekanan yang cukup besar karena kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, ditambah waktu persiapan yang sangat terbatas.
Namun di tengah kondisi tersebut, dukungan dari keluarga, terutama orang tuanya, menjadi titik balik yang menguatkan mentalnya.
Ia mulai menyadari bahwa kesempatan tetap terbuka, meskipun dirinya berada dalam situasi sulit.
Sejak kecil, Athalla diketahui memiliki minat besar di bidang konstruksi.
Kegemarannya merancang dan membuat sesuatu dari berbagai material mendorongnya bercita-cita melanjutkan pendidikan di bidang teknik sipil.
Impian tersebut menjadi motivasi kuat untuk tetap melangkah, meski dihadapkan pada keterbatasan.
Dalam masa pemulihan pascaoperasi, Athalla tetap berusaha belajar semampunya.
Baginya, mengikuti UTBK bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba dan bertahan dalam kondisi apa pun.
Ia menuturkan, dirinya ingin menjadi mahasiswa, membanggakan orang tua, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan.
Baca Juga: Ide Akademisi IPB Jadi Gerakan Nasional Berantas Hama Pertanian
Pada hari pelaksanaan, pihak IPB University memberikan perhatian khusus terhadap kondisinya.
Athalla mendapatkan akses prioritas serta pendampingan penuh dari panitia hingga tiba di ruang ujian.
Ia merasa sangat terbantu dengan fasilitas dan kepedulian yang diberikan selama proses berlangsung.
Melalui pengalamannya, Athalla juga menyampaikan pesan bagi peserta lain yang tengah berjuang menghadapi UTBK.
Ia mengingatkan, ujian ini memang tidak mudah, terutama bagi peserta yang baru pertama kali mengikutinya.
Namun, ia menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba dan tidak menyerah dalam kondisi apa pun.
Baca Juga: Dari Dramaga ke Turkiye: Kolaborasi IPB dan IIIEF Buka Jalan Baru Ekonomi Syariah di Era Digital
Sementara itu, ayahnya, Margono, turut memberikan dukungan moral.
Ia berharap putranya dan para pejuang pendidikan lainnya tetap kuat menghadapi berbagai tantangan dan terus melangkah mengejar cita-cita.
Kisah Athalla menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari perjuangan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Takut: Ini Cara Aman Hadapi Ular, Edukasi Langsung dari Pakarnya di IPB
Dengan tekad, doa, dan dukungan keluarga, ia tetap menatap masa depan dengan optimisme, membuktikan bahwa mimpi tetap bisa diraih dari kondisi yang paling sulit sekalipun. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti