Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kecelakaan di Jalan Bomang Tajurhalang Bogor, Perempuan Terluka Parah Diduga Akibat Proyek Belum Rampung

Yosep Awaludin • Rabu, 29 April 2026 | 11:14 WIB
Ketua PRB, Johan Pakpahan menyoroti kecelakaan di Jalan Bomang.
Ketua PRB, Johan Pakpahan menyoroti kecelakaan di Jalan Bomang.

RADAR BOGOR — Pembangunan Jalan Bomang (Bojonggede–Kemang) kembali menuai sorotan publik.

Proyek yang belum sepenuhnya selesai ini diduga menjadi penyebab kecelakaan serius yang menimpa seorang perempuan paruh baya di wilayah Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 09.50 WIB, tepatnya di RT 03 RW 16.

Baca Juga: Hadirkan Kilas Balik 50 Tahun Perjalanan, Museum Interaktif Summarecon Jadi Pilihan Warga Bogor yang Cari Wisata Gratis Bernuansa Internasional

Korban mengalami luka berat di bagian kepala setelah terlibat kecelakaan saat melintas di ruas jalan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini diduga dipicu oleh adanya tanggul di badan jalan yang belum dilengkapi pengamanan maupun rambu peringatan. Kondisi tersebut membuat pengendara rentan kehilangan kendali.

Korban yang mengendarai sepeda motor bernomor polisi F 3136 FIO diduga hilang kendali sebelum akhirnya bertabrakan dengan truk diesel bernomor polisi B 9813 NBC.

Baca Juga: Masuk Gratis dan Penuh Sejarah di Gedung Arsip Nasional, Bangunan VOC Tahun 1760 Kini Terbuka untuk Umum

Ketua PRB, Johan Pakpahan, menilai insiden ini perlu dikaji secara menyeluruh dan objektif.

Ia menyebut, penyebab kecelakaan harus ditelusuri apakah berasal dari aspek teknis konstruksi atau faktor kelalaian manusia.

“Proyek Jalan Bomang memang belum sepenuhnya rampung. Karena itu perlu evaluasi menyeluruh untuk memastikan apakah masalahnya pada konstruksi atau faktor lain,” ujarnya.

Baca Juga: Status SPM Jadi Tanda Positif Progres Bansos PKH-BPNT Tahap 2 tapi Saldo Belum Masuk Rekening? Ini Solusi dan Penjelasannya

Menurut Johan, secara fungsi, tanggul dan jembatan yang dibangun sebenarnya tidak bermasalah karena memang diperuntukkan sebagai penghubung kendaraan dan pejalan kaki.

Namun, ia menekankan pentingnya transparansi terkait sumber pendanaan proyek tersebut.

“Harus jelas sumber anggarannya, apakah dari APBD kabupaten, provinsi, atau bahkan APBN. Ini penting untuk memastikan akuntabilitas,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap proyek pembangunan jalan seharusnya melibatkan konsultan perencana, pengawas, serta pelaksana yang bertanggung jawab penuh.

Baca Juga: Fenomena Kuliner Nyeleneh, Hotdog Rudal Iran di Aldi’s Hotdog Viral dan Diserbu Pembeli, Cek Harga dan Lokasinya di Sini

Setelah proyek selesai, hasil pekerjaan wajib diperiksa oleh dinas terkait, inspektorat, hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Jika ditemukan ketidaksesuaian anggaran atau kelebihan pembayaran, maka kontraktor wajib mengembalikan dana tersebut ke kas negara,” tegasnya.

Johan menambahkan, apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, maka berpotensi masuk dalam ranah dugaan korupsi.

Baca Juga: Nongkrong Ala Beach Club Tanpa ke Pantai, Nautic Coffee Jadi Destinasi Baru yang Menarik Buat Warga Bogor

Karena itu, ia mengingatkan agar penilaian terhadap proyek ini dilakukan secara objektif dan tidak dipengaruhi kepentingan tertentu.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru membentuk opini negatif tanpa dasar yang jelas, termasuk terkait tuntutan pencopotan pejabat di Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

“Semua harus dibuktikan dengan kajian teknis yang jelas. Jangan sampai opini berkembang tanpa data yang kuat,” katanya.

Baca Juga: Fakta-fakta Tragedi Tabrakan Kereta KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Commuter Line di Bekasi Timur

Di sisi lain, pihaknya tetap mendukung kinerja Dinas PUPR Kabupaten Bogor yang saat ini menghadapi keterbatasan anggaran akibat adanya pemangkasan.

Kondisi tersebut berdampak pada tidak maksimalnya pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur.

“Kami memahami ada keterbatasan anggaran, sehingga tidak semua program bisa berjalan optimal. Namun, pelayanan kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas,” tandasnya.

Ia pun berharap masyarakat yang belum mendapatkan manfaat pembangunan dapat bersabar, sembari menunggu realisasi program sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. (unt)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #kecelakaan #Jalan bomang