Gebrakan Posyandu Sukamakmur Bogor: Layanan 6 SPM Terintegrasi Hadir Langsung ke Warga, dari Janin hingga Lansia

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Rabu, 29 April 2026 | 14:09 WIB
Pelayanan Posyandu serentak di seluruh desa yang ada di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Pelayanan Posyandu serentak di seluruh desa yang ada di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Upaya menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat dan menyeluruh bagi masyarakat terus diperkuat. 

Hal ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan Posyandu serentak di seluruh desa se-Kecamatan Sukamakmur yang dipusatkan di Posyandu Kemuning 2, Kampung Babakan Randu, Desa Wargajaya, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah pendekatan yang tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi juga menggabungkan berbagai layanan dasar lainnya dalam satu titik pelayanan di tingkat komunitas.

Baca Juga: Hati-Hati! di Kota Bogor Ada 8 Lintasan Kereta Sebidang, Dua Titik Tanpa Palang Pintu

Berbeda dari layanan Posyandu konvensional, kegiatan ini mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup enam bidang utama.

Mulai dari kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga pelayanan sosial.

Tujuan utamanya adalah memberikan akses pelayanan dasar yang komprehensif langsung kepada masyarakat, mulai dari tingkat desa, RW, hingga RT.

Baca Juga: Pesona Kebun Teh Cianten, Spot Underrated Banget di Bogor dengan Pemandangan Indah, Letaknya di Kaki Gunung Halimun

Dengan begitu, warga tidak perlu lagi mengakses layanan secara terpisah di lokasi yang berbeda.

Dalam pelaksanaannya, layanan kesehatan tetap menjadi fokus utama.

Mulai dari pemeriksaan ibu dan anak, imunisasi, pemantauan gizi, hingga pencegahan penyakit.

Baca Juga: Hasil Cek Saldo KKS untuk WIlayah Ciamis, KPM Masih Harus Bersabar, Tapi Status Bansos Tahap 2 di Aplikasi SIKS-NG Sudah SPM

Selain itu, edukasi keluarga dan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga turut diperkuat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Tak hanya itu, aspek lingkungan juga mendapat perhatian melalui layanan sanitasi, akses air bersih, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat.

Sementara di bidang perumahan, program ini mendorong terciptanya hunian yang layak dan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

Baca Juga: Alfamart Gandeng Darya-Varia Perluas Program Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting di 28 Kota

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, kegiatan ini juga disertai sosialisasi terkait perlindungan masyarakat, mitigasi bencana, serta peningkatan kesadaran akan keamanan lingkungan.

Di sisi lain, layanan sosial turut hadir untuk menjangkau kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, anak terlantar, hingga korban bencana.

Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam kegiatan ini.

Baca Juga: Akhirnya, Atasi Banjir Langganan di Bogor, Pemasangan Bronjong Dimulai di Cibinong

Mereka tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga mendata berbagai kebutuhan warga yang nantinya akan ditindaklanjuti bersama pemerintah desa.

Dokter fungsional Puskesmas Sukamakmur, dr. Suparno menjelaskan, Integrasi Layanan Primer merupakan bagian dari transformasi besar pelayanan kesehatan dasar di Indonesia.

“ILP ini merupakan upaya untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis siklus hidup, mulai dari janin hingga lansia, yang dilaksanakan melalui puskesmas, pustu di desa atau kelurahan, hingga Posyandu,” ujar dr. Suparno kepada Radar Bogor, Rabu 29 April 2026.

Baca Juga: Anggaran Gedung Baru Polres Metro Depok Hampir Rp40 Miliar, Kapolda Pesan Begini 

Ia menambahkan, pendekatan ini menekankan pada pelayanan yang lebih dekat, berkualitas, serta berorientasi pada upaya promotif dan preventif.

Dalam pelaksanaannya, terdapat lima tahapan utama, yakni pendaftaran, pengukuran, pencatatan, pemeriksaan, dan penyuluhan.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur penting di tingkat kecamatan dan desa.

Baca Juga: KPM Bansos Patut Bersyukur, Akhirnya Status SPM Terbit, Pencairan PKH-BPNT Tahap 2 Diprediksi Mulai Awal Mei 2026

Di antaranya Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukamakmur yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan sebagai Tim Pembina Posyandu Kecamatan, para kepala desa se-Kecamatan Sukamakmur, Koordinator Lapangan Keluarga Berencana, tim dari Puskesmas Sukamakmur, TP PKK Kecamatan, para Ketua TP PKK desa, kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia, serta masyarakat setempat.

Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.

Kehadiran berbagai layanan dalam satu lokasi dinilai sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

Baca Juga: Kabar Bansos Pencairan PKH dan BPNT Tahap 2 Mulai Bergulir di Berbagai Wilayah, Simak Daftar Daerah yang Terpantau Cair

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kualitas pelayanan dasar di Kecamatan Sukamakmur semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
bogor Sukamakmur posyandu