RADAR BOGOR – Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor mendorong percepatan pencairan bantuan keuangan (bankeu) infrastruktur desa, langkah ini dinilai krusial untuk mendukung program prioritas, terutama penanganan sampah di tingkat desa.
Ketua DPC APDESI Kabupaten Bogor, Abdul Azis Anwar mengatakan, persoalan sampah masih menjadi fokus utama pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Ia menyebut, Bupati Bogor telah meminta agar pengelolaan sampah dapat diselesaikan di masing-masing desa.
"Teman-teman diminta oleh Bupati bahwa sampah jangan sampai ke luar dari desa, sampah ini diutamakan di ruang desa dulu," ujarnya Ketua DPC APDESI Kabupaten Bogor, Rabu, 29 April 2026.
Menurutnya, saat ini desa-desa tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung program tersebut.
Mulai dari anggaran hingga penentuan lokasi pengelolaan, termasuk kesiapan lahan apabila diperlukan untuk fasilitas pengolahan sampah.
"Paling tidak kalau memang kita harus keluar lahannya harus kita siapkan, ini yang menjadi pembahasan hari ini dan pembahasan anggaran anggaran yang harus Bupati anggarkan segera dicairkan," jelasnya.
Baca Juga: 572 Atlet Siap Tempur, Kota Bogor Bidik 100 Emas di Porprov Jawa Barat 2026
Ia menambahkan, Bupati Bogor berkomitmen agar bantuan keuangan desa, khususnya yang berkaitan dengan penanganan sampah, dapat segera dicairkan dalam waktu dekat.
"Bupati meminta, memohon minggu depan itu dicairkan seluruhnya," ucapnya.
Meski demikian, terkait besaran persentase anggaran yang akan dikucurkan masih dalam tahap pembahasan. Saat ini, seluruh dinas terkait tengah dikumpulkan untuk merumuskan kebijakan tersebut.
Lebih lanjut, Azis menegaskan bahwa regulasi dalam Peraturan Bupati (Perbup) sebenarnya sudah jelas.
Namun, perlu penyesuaian pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) agar lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan desa.
"Ada desa yang ingin membangun kantor desanya, irigasinya, jalannya sehingga sesuaikan dengan juklak dan juknis nya dulu," paparnya.
Baca Juga: Kabar Terbaru Bansos PKH BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sudah SPM, Ini Tahapan Terakhir Sebelum Dana Masuk
Ia berharap proses pembahasan dapat segera dituntaskan tanpa berlarut-larut, sehingga pembangunan desa bisa langsung berjalan setelah anggaran dicairkan.
"Semoga minggu ini selesai tuntas, jangan adalagi rapat, jangan adalagi kita audiensi, karena kita ingin segera membangun. Begitu anggaran turun langsung kita gas seluruhnya," tegasnya.
Azis juga mengakui bahwa keterlambatan pencairan bankeu berdampak pada kinerja desa. Padahal, sejak Maret hingga April, desa-desa sudah siap melaksanakan pembangunan.
Baca Juga: Dirut Trans Pakuan Mundur, DPRD Kota Bogor Soroti Kinerja Perusahaan
"Jangan sampai nanti Bupati tadi mengatakan di November di kejar buru buru laporan, kasian temen temen. Hari ini kita mangkanya matangkan seluruhnya insyaallah minggu ini sudah selesai," tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga