Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menilik Aktivitas di Bulog Dramaga Bogor: Menjaga Ketahanan Pangan di Balik Gudang hingga Perjalanan Beras dari Petani ke Tangan Warga

Muhammad Ali • Kamis, 30 April 2026 | 16:22 WIB
Aktivitas buruh angkut di gudang Perum BULOG Kantor Cabang Bogor, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis, 30 April 2026. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Aktivitas buruh angkut di gudang Perum Bulog Kantor Cabang Bogor, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis, 30 April 2026. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR — Di sebuah gudang yang berdiri di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, denyut ketahanan pangan justru terasa begitu hidup. Di balik deretan karung beras yang tersusun rapi, tersimpan hasil kerja keras petani sekaligus harapan masyarakat.

Di wilayah kerja ini, Perum Bulog Kantor Cabang Bogor mengelola total lima unit gudang dengan kapasitas penyimpanan sekitar 7.000 ton. Namun dalam kondisi tertentu, stok yang dikelola bisa mencapai sekitar 9.000 ton sehingga sebagian juga disimpan di gudang sewa. 

Dari kondisi tersebut terlihat bahwa pengelolaan pangan tidak hanya berhenti pada aspek penyimpanan, tetapi juga menuntut fleksibilitas dalam menjaga ketersediaan stok agar tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Kelas Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun, Keselamatan Siswa SDN Teratai Mas Gunungsindur Bogor Terancam hingga Belajar di Tengah Air Tetesan Saat Hujan

Setiap pagi, aktivitas di gudang dimulai dengan ritme yang tenang tapi pasti, tidak ada keramaian mencolok, tetapi setiap proses berjalan dengan penuh ketelitian.

Kepala Gudang Cabang, Hendra, menjelaskan bahwa kegiatan utama di gudang berfokus pada pelayanan pengeluaran beras, terutama untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan yang saat ini terus disalurkan ke berbagai desa.

“Gudang itu fungsinya menyimpan, merawat, dan mengeluarkan, di balik itu tanggung jawabnya besar,” ujar Hendra kepada Radar Bogor, Kamis, 30 April 2026.

Bagi Hendra, menjaga kualitas beras menjadi tantangan utama, beras bukan sekadar komoditas yang diam, ia bisa berubah seiring waktu. Karena itu, perawatan dilakukan secara rutin dan berlapis, mulai dari menjaga kebersihan gudang, melakukan aerasi, hingga pemeriksaan berkala oleh tim Quality Control (QC).

Baca Juga: 34 Atlet Basket Kota Bogor Lolos Seleksi Tahap 2 Popwilda Jawa Barat 2026

Setiap bulan dilakukan perawatan menyeluruh, termasuk penyemprotan untuk mencegah hama, dalam periode tertentu, dilakukan pula fumigasi untuk memastikan beras tetap dalam kondisi layak konsumsi.

“Tujuannya supaya kualitas tetap terjaga, karena kalau disimpan terlalu lama, pasti ada penurunan,” jelasnya sambil melihat tumpukan beras yang tersimpan rapi di dalam gudang.

Peran gudang ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan, tidak hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga menjaga kualitas agar beras yang sampai ke masyarakat tetap baik.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Bogor Dadan Irawan, menjelaskan bahwa wilayah kerja Bulog Bogor mencakup Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. 

Dari wilayah-wilayah inilah Bulog menyerap gabah petani, mengolahnya menjadi beras, lalu menyalurkannya kembali kepada masyarakat.

“Tahun 2026 ini kami sudah menyerap sekitar 9 ribu ton beras dari target 13 ribu ton, jadi sekitar 80 persen terhadap target kita menyerap gabah beras petani,” ungkapnya.

Baca Juga: Longsor Terjang Permukiman di Paledang Kota Bogor, 5 Rumah Warga Terancam Ambruk

Sebagian besar penyerapan berasal dari wilayah Kabupaten Bogor yang masih memiliki lahan persawahan luas, seperti Jonggol, Cariu, hingga Cigombong. Gabah hasil panen petani kemudian diolah menjadi beras medium dan disimpan sebagai cadangan pangan pemerintah.

Cadangan ini memiliki fungsi strategis, selain untuk bantuan pangan, cadangan tersebut juga digunakan dalam program stabilisasi harga melalui SPHP, serta untuk penanganan kondisi darurat seperti bencana alam.

“Kalau ada longsor atau banjir, beras ini bisa langsung disalurkan untuk membantu masyarakat,” tuturnya.

Namun, menjaga ketahanan pangan bukan tanpa tantangan, salah satu persoalan utama adalah ketidakseimbangan antara penyerapan dan penyaluran. Di satu sisi, Bulog ditugaskan menyerap hasil panen petani sebanyak mungkin agar harga tidak jatuh. 

Baca Juga: Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Cair, Daerah Ini Sudah Terima, Cek Wilayahmu Sekarang

Namun, di sisi lain penyaluran belum selalu berjalan rutin, akibatnya stok beras menumpuk di gudang dan harus disimpan dalam waktu lama.

“Kalau terlalu lama disimpan, kualitasnya bisa turun, bisa muncul kutu, bau karung, atau beras menjadi berdebu,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, berbagai metode perawatan dilakukan secara berkala, mulai dari spraying hingga fumigasi, tetapi solusi utama tetap terletak pada kelancaran distribusi.

Bulog Kantor Cabang Bogor mengandalkan berbagai program penyaluran, seperti bantuan pangan yang diberikan secara berkala, SPHP untuk menstabilkan harga di pasar, serta Gerakan Pangan Murah yang membantu mempercepat perputaran stok.

Di balik semua proses itu, ada kerja kolektif yang berjalan tanpa banyak sorotan, mulai dari kepala gudang, staf, buruh angkut, hingga petugas kebersihan dan keamanan, semua berperan menjaga kualitas beras tetap baik selama penyimpanan.

“Semua harus kompak, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Kabar Spesial Buat KPM Bansos, Status SPM Aktif di 4 Bank Ini, Akankah Cair Awal Mei 2026? Simak Infonya

Ke depan, harapan terbesar adalah terciptanya perputaran stok yang lebih cepat dan seimbang, beras yang masuk tidak tersimpan terlalu lama, sehingga kualitas tetap terjaga saat sampai ke tangan masyarakat.

“Kami ingin beras itu masuk, tidak lama kemudian keluar lagi, petani sejahtera karena hasil panennya terserap, dan masyarakat juga menerima beras yang masih fresh,” pungkasnya.

Dari gudang di Dramaga itu, perjalanan beras dimulai dari sawah petani hingga ke meja makan masyarakat, sebuah proses panjang yang senyap, tetapi menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #bulog #Dramaga #beras