RADAR BOGOR - Sesekali kita perlu melihat kilas balik catatan perjalanan bagaimana organisasi ini dengan teguh berdiri, dengan berbagai dinamika, rintangan beserta perjalanan prosesnya, hingga tepat pada Tanggal 2 mei tahun 1932 menetas resmi lahir sebagai organisasi Pemuda Muhammadiyah yang merupakan bagian kepanjangan tangan Muhammadiyah dalam aspek gerakan kepemudaan.
Kita belajar dalam putaran sejarah mulai dari kebangkitan Nasional, Proklamir kemerdekaan tahun 1945, Revolusi Politik tahun 1966, serta reformasi tahun 1998, itu adalah bagian romantime sejarah bahwa Kaum muda selalu mempunyai caatan romantisme kontribusi keberpihakan, perubahan yang nyata dalam kita kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bila kita Mempotret sejarah 94 Tahun ortom pemuda Muhammadiyah ini sudah berpijak, berdiri, dan berandil dalam berbagai lini kehidupan.
Ini merupakan usia yang semakin bisa dikatakan menjadi kategori matang bahkan sepuh, usia yang hampir menuju satu abad kelahirannya, semakin tumbuh kembang berupaya menunjukan eksistensi keberadaannya di ruang publik dan element masyarakat.
Tanggung jawab moril itu memang dalam realitasnya pemuda Muhammadiyah wajib untuk menghimpun, membina, dan nengerakan pemuda dengan tujuan kongkrit melahirkan kader umat, peryarikatan dan kader bangsa yang progresif.
Bertumbuh dan Mengakar Untuk Indonesia Jaya, sebuah tajuk untuk bagaimana seharusnya kader mampu melakukan gerak praksis meng-konvergensi antara identitas gerakan yang tumbuh mengakar sampai tingkat grassroots (Mengakar) pada realitas dinamika aktivisme yang sangat kompleks dalam ikhtiar terus menjaga, mengukuhkan integritas agar terus tumbuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga dapat termanifestasikan visi luhur yaitu Indonesia jaya.
Sehingga, gagasan besar itu tidak bersifat utopis hanya sebatas retorik verbal belaka.
Dilain sisi ini merupakan sebuah harapan untuk para kader Pemuda Muhammadiyah untuk bisa menguatkan kaderisasi, menumbuhkan Militansi, melebarkan sayap eksistensi serta terus mengabdi menebar kebermanfaatan untuk Umat, Persyarikatan, serta Kebangsaan.
Dalam momentum inilah kita perlu merefleksi bahkan mereduksi sebuah gerakan amar maruf nahi munkar apa yang sudah kita dedikasikan selama ini, sebagai upaya untuk berfastabiqul khairat.
Baca Juga: 5 Ribu Anak di Kota Bogor Belum Menyenyam Bangku Pendidikan, Disdik Genjot Program Kembali Sekolah
Dalam usia yang 94 Tahun ini, pemuda muhammadiyah mempunyai berbagai tantangan baru dan variatif, bila kita mencermati dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, bangsa ini sedang mengalami babak belur persoalan negara yang sangat fundamental, deretan permasalahkan terlihat dengan amat sangat terang.
Bila kita ingat meminjam istilah pemikiran Intelektual Ahmad/Buya syafii Maarif memang sangat terbukti benar adanya, tidak pernah ada habisnya segala persoalan di masa silam dan dimasa mendatang daftar panjang masalah yang diwarisi dan dibuat kembali yang kita hadapi bersama sebagai satu bangsa.
Kita tampak seolah melihat bangsa ini terlihat biasa saja tampak luar, namun jika kita jernih melihatnya teryata babak belur dan lebam tampak dalam tubuhnya.
Ketidakpastian situasi Geopolitik dan geo-ekonomi yang sedang kisruh dan tegang, membuat ketidakstabilan kita dalam kehidupan masyarakat dalam segala konteksnya.
Di lain sisi Kita-pun selalu mewarisi dekadensi kepemimpinan dalam menjaga integritasnya.
Di tengah gelombang krisis keteladanan moral pada semua lini kehidupan berbangsa, Negara ini benar-benar merindukan tradisi kepemimpinan politik yang otentik.
Hakikatnya bila kita meminjam istilah Prof Haedar Nashir, Pemuda Negarawan adalah mereka yang memiliki tanggung-jawab kepada bangsa dan Negaranya, Meletakan kepentingan Umum (Bangsa dan Negara) di atas kepentingan yang lain.
Atas dasar itu Pemuda Negarawan Melalui 4 Pilar gerakan Yaitu pilar keilmuan, atau Intelektual, Pilar Politik, kebangsaan dan pilar kemandirian melalui kewirausahaan sosial, sesungguhnya itu menjadi substansi yang sangat penting bagi kaum muda dengan energi positif yang mampu menyelesaikan permasalahan bangsa.
Baca Juga: Peternakan di Ciseeng Bogor Terbakar, 150 Ribu Ekor Ayam Terpanggang, Kerugian Capai Rp15 Miliar
Maka dari itu Pemuda Muhammadiyah sebagai Negarawan Muda dengan semboyannya Fastabiqul Khairat perlu mendorong kadernya untuk hadir bukan hanya dengan sikap yang reaktif akan tetapi bersifat aspiratif dalam ranah kebangsaan, terdepan menginisiasi segala problematika perubahan dan langkah yang nyata untuk bangsa dan negara dengan nafas spirit islam yang berkemajuan.
Kolaborasi Berkemajuan
Pemuda Muhammadiyah adalah kawah candradimuka pembentukan kader bangsa.
Baca Juga: Banjir Titipan Doa, Najla Jemaah Haji Kota Bogor Termuda Siapkan Catatan Khusus di Tanah Suci
Dalam realitasnya, organisasi ini memang banyak mengorbitkan mulai dari intelektual, pendidik, birokrat, ulama, profesional, dan aktivis sosial yang berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Akan tetapi, ke depan, tantangan bukan hanya tentang memperbanyak aktivitas, tetapi melahirkan watak negarawan dalam setiap kadernya.
Pemuda Negarawan merupakan suatu entitas kader yang otentik, Inklusif dan yang mampu memberekian konribusi kongkrit untuk masyaakat, bukan hanya yang duduk dalam ruang birokrasi publik, kursi legislatif, akan tetapi negarawan adalah Negarawan adalah mereka yang mampu berpikir jangka panjang dengan hal-hal besar, bertindak berdasarkan nilai, dan memiliki keberpihakan kepada rakyat kecil, menjunjung tinggi keadilan dan pejuang kesejehteraan.
Pemuda Negarawan Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang mampu berdiri di tengah hiruk pikuk zaman, menjunjung tinggi moralitas publik, serta memberi solusi konkret atas persoalan-persoalan umat.
Pemuda muhammadiyah Kabupaten Bogor terus berupaya memberikan kontribusi nyata kebermanfaatan dalam mencetak regeneresi pemimpin masa depan, mengawal jalannya roda pemerintahan yang berlangsung, serta ikut andil dalam agenda-agenda praksis yang jelas nyata dirasakan impactnya bagi lingkungan, masyarakat dan juga pemerintah.
Baca Juga: 444 Jemaah Haji Kota Bogor Kloter 10 Dilepas Hari Ini, Siap Terbang Besok
Kita terus berupaya mengawal, menjadi mitra kritis dan mitra strategis serta menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam kepemimpinan Bupati Bogor bapak Rudy Susmanto dan wakil Bupati bapak Ade Rohandi (Jaro Ade).
Wajah kabupaten Bogor kini sangat memberikan energy positif serta berhasil merubah wajah tata kelola pembangunan yang sangat signifikan untuk Kabupaten Bogor.
Terbukti dengan baik beliau mampu berkolaborasi dengan lintas ormas dan kepemudaan, tata kota yang inklusif dan rapi, yang paling menakjubkan adalah pembangunan infrastruktur yang sangat melesat serta menjangkau di berbagai pelosok desa-desa jalan terbangun mulus, infrastruktur bangunan berkualitas bagus.
Baca Juga: Informasi Bansos 2 Mei 2026, Pantauan Saldo KKS di 3 Bank Utama dan Status Kelayakan Desil 3-4
Kerja nyata ini Terbukti Bupati Bogor mendapatkan mensabet gelar penghargaan bergengsi 2026 sebagai bukti kepemimpinan inovatif, Most Inspring Leader Awards 2026 yang dianugerahkan oleh The Iconomics Media di Jakarta.
Kami Di pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor memandang, Kabupaten Bogor secara nyata berhasil menghasilkan percepatan pembangunan daerah, menghadirkan berbagai terobosan strategis, Mulai dari penguatan Publik Service, Transformasi digital pemerintahan, hingga collaborative governancve lintas sector untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan, menghadirkan kebijakan public yang tepat sasaran untuk Masyarakat.
Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor terus berupaya melakukan kerja-kerja kolektif pembangunan dan kebermanfaatan untuk masyarakat terkusus di Kabupaten Bogor, kami terus berkomitmen untuk menjawab beban sejarah, terus ikhtiar berfungsi sebagai institusi perkaderan, sesuai apa yang dikatakan Kuntowijoyo adalah ‘’Kepemimpinan Profetik’’ kader-kader yang mampu menawarkan wacana alternatif, menghadirkan dialektika yang argumentatif, dan memformulasikan kebijakan publik yang berkeadilan.
Gerakan pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor siap menjadi agen katalisator yang mentransformasi ruang publik menjadi arena yang diskursif, rasional, dan inklusif untuk pengembangan SDM Menata Kabupaten Bogor yang Istimewa.
Selamat Milad Pemuda Muhammadiyah yang Ke-94 Tahun. (*)
Oleh : Dicky Mulya Ramadhani
Pimpinan Daerah pemuda Muhammadiyah (PDPM), Lembaga Hikmah Kebijakan Publik (LHKP) Kabupaten Bogor