RADAR BOGOR - Peringatan Hari Buruh Internasional yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional dimaknai berbeda oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Sahid (INAIS).
Pada Jumat, 1 Mei 2026, halaman depan Gedung FIDK INAIS berubah menjadi ruang ekspresi sekaligus ruang refleksi yang hidup, di mana mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran sosial.
Sejak pagi, suasana telah dipenuhi energi kolektif.
Baca Juga: Pemuda Negarawan : Menata Bogor Istimewa, 94 Tahun Pemuda Muhammadiyah
Beragam penampilan seni dan budaya mengalir bergantian, mulai dari pembacaan puisi bertema perjuangan, orasi kritis, musik akustik, hingga tarian dan nyanyian yang merepresentasikan identitas serta semangat kaum buruh tani.
Setiap penampilan bukan sekadar hiburan, melainkan medium penyampaian pesan tentang ketimpangan sosial dan pentingnya solidaritas.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen mahasiswa melalui pembacaan sumpah bersama. Dalam suasana yang khidmat, para peserta meneguhkan nilai moral, tanggung jawab intelektual, serta keberpihakan terhadap keadilan sosial sebagai bagian dari peran mahasiswa di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pengamat: Respons Buruh Terhadap MBG Jangan Diartikan sebagai Penolakan Program
Tidak berhenti pada ekspresi seni, kegiatan ini dilanjutkan dengan kajian ilmiah yang menghadirkan Aldi Surizkika sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya bertajuk Meninjau Peran Mahasiswa dan Buruh dalam Konstruksi Sejarah Perlawanan di Indonesia, Aldi Surizkika menjelaskan, mahasiswa dan buruh memiliki posisi strategis dalam sejarah perubahan sosial di Indonesia.
Ia menyoroti, bagaimana kedua kelompok tersebut kerap menjadi motor penggerak dalam mendorong lahirnya sistem yang lebih demokratis dan berkeadilan.
Diskusi berlangsung aktif dan dinamis.
Mahasiswa terlibat dalam tanya jawab serta perdebatan argumentatif mengenai kondisi buruh saat ini, peran gerakan mahasiswa, hingga tantangan perjuangan sosial di era modern.
Antusiasme yang tinggi mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan yang semakin kompleks.
Presiden Mahasiswa INAIS, Reza Rizki Hermawan, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial.
Ia menjelaskan, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan momentum ini sebagai sarana refleksi untuk memahami realitas sosial yang berkembang di masyarakat, sekaligus mendorong implementasi nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan nyata.
Melalui kegiatan ini, DEMA INAIS menegaskan kembali bahwa peringatan Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi ruang untuk membangun kesadaran kolektif.
Baca Juga: 5 Ribu Anak di Kota Bogor Belum Menyenyam Bangku Pendidikan, Disdik Genjot Program Kembali Sekolah
Mahasiswa didorong untuk tetap kritis, progresif, serta berani menyuarakan kebenaran demi terciptanya keadilan sosial.
Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan buruh dan mahasiswa adalah bagian penting dari perjalanan bangsa.
Nilai-nilai tersebut perlu terus dirawat melalui gerakan intelektual, solidaritas, dan keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. (*)
Penulis : Didah Nuril Anwar/ Inais
Editor : Siti Dewi Yanti