RADAR BOGOR — Longsor susulan terjadi di kawasan Agrowisata Cainekol, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 5 Mei 2026. Insiden tersebut menelan satu korban jiwa yang tertimbun material longsor saat warga tengah melakukan kerja bakti.
Camat Dramaga, Atep Soleh Sumaryo, menjelaskan bahwa longsor susulan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelumnya, lokasi tersebut telah mengalami longsor sehari sebelumnya.
“Sekitar jam satu siang terjadi longsor susulan, padahal di sini tidak hujan, longsoran susulan ini lebih besar dari yang kemarin,” ujar Atep dalam keterangannya kepada Radar Bogor Selasa, 5 Mei 2026
Ia menyebutkan, saat kejadian terdapat tiga orang yang berada di lokasi. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya tertimbun dan meninggal dunia.
Baca Juga: DJP Jabar III Ajak Mahasiswa Calon 60 Persen Penduduk Produktif di 2045 untuk Sadar Pajak
“Tadi jam 17.10 WIB tim berhasil mengevakuasi korban, dan saat ini sudah berada di rumah duka,” ungkapnya.
Proses evakuasi melibatkan lebih dari 100 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan. Besarnya material longsor dan kondisi tebing yang mencapai ketinggian sekitar 20 meter menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
Diketahui, lokasi kejadian berada di Agrowisata Cainekol, destinasi wisata yang tergolong baru karena dibangun pada April 2023. Tempat ini merupakan gagasan Kepala Desa Petir, Sukardi, yang bekerja sama dengan Kepala Desa Wisata Cihideung Udik, Yogi Sanjaya, dengan konsep agrowisata.
Kawasan tersebut memiliki sejumlah fasilitas, seperti kandang domba, kolam ikan, rumah kaca, serta area perkebunan. Selain sebagai objek wisata, lokasi itu juga dimanfaatkan untuk kegiatan peternakan, termasuk budidaya ikan.
“Yang longsor kemarin sedang dirapikan, tebingnya kurang lebih 20 meter. Posisi korban di samping tebing, jadi longsoran itu datang dari sisi kiri tebing,” jelasnya.
Saat ini, unsur Forkopimcam, BPBD, TNI, Polri, serta Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor turut hadir, baik di lokasi kejadian maupun di rumah duka, untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di tengah intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami turut berduka cita dan mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, menghindari daerah rawan longsor, dan jika merasa rumah dalam kondisi terancam, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati