RADAR BOGOR - Tiga calon direksi PT Sayaga Wisata Bogor menjalani Uji Kelayakan dan Kepatutan di Kampus B ITB Vinus Bogor, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Selama dua hari, ketiga calon harus menjalani sejumlah tahapan tes sebelum dipilih untuk mengisi jabatan direktur utama dan direktur operasional di BUMD Kabupaten Bogor tersebut.
Ketua Tim Tenaga Ahli pada uji kelayakan dan kepatutan calon direksi Sayaga Wisata, Mohammad Muchlis mengatakan, tahapan ujian berlangsung mulai Selasa, 5 Mei 2026 hingga Rabu, 6 Mei 2026.
"Tahapan dimulai dari psikotes, ujian tertulis, penyusunan makalah terkait perencanaan strategi sampai ke tahapan presentasi. Setelahnya dilanjut dengan tahapan wawancara," ujar Muchlis kepada Radar Bogor.
Tim penguji berkesempatan menggali potensi dalam pemikirannya terkait pengembangan Sayaga Wisata untuk ke depannya.
Baca Juga: Segera Cek KKS, Bukti Struk Pencairan Bansos PKH Mei 2026 Beredar, Komponen Ini Dapat Rp1,1 Juta
Sementara ketiga calon tersebut di antaranya, Sambas Setia Permana, Irfan Awaludin, dan Ahmad Hidayatullah. Mereka merupakan tiga dari belasan calon yang dipilih berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor.
"Untuk latar belakang mereka rata-rata menjabat minimal 5 tahun sebagai direktur di sebuah perusahaan, nanti dari hasil uji ini kita berikan kepada pansel untuk menyeleksi dari ketiga ini," jelas Muchlis.
Baca Juga: Dukung Program MBG, Unit Usaha IPB PT BLST Bakal Bangun SPPG di Bogor
Sementara itu, Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan audit ke semua BUMD di Kabupaten Bogor.
Sejumlah rekomendasikan pun dikeluarkan mulai dari merger, re-strukturisasi jajaran direksi, hingga likuidasi. Untuk PT Sayaga Wisata, pihaknya merekomendasikan agar dilakukannya re-strukturisasi total.
"Dari semua permasalahan BUMD, saya menyoroti bahwa mereka tidak memiliki bisnis plan yang berdampak kepada masyarakat," paparnya.
Berbeda dengan perusahaan swasta, lanjut Yusfitriadi, BUMD merupakan perusahaan milik daerah yang juga harus mengedepankan unsur kebermanfaatan bagi masyarakat.
"Menguntungkan tidak, tapi juga tidak bermanfaat buat masyarakat. Kalau yang kemudian sampai hari ini rugi, itu adalah Sayaga, ketika kita audit itu rugi, sepanjang hayatnya," bebernya.
Meski demikian, ITB Vinus Bogor masih melihat adanya potensi yang bisa dikembangkan BUMD Kabupaten Bogor yang bergerak di bidang pariwisata tersebut.
"Karena kita yang mengaudit, kemudian kita diminta oleh Bupati untuk berperan dalam menyeleksi, SDM seperti apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati